Dalam Carita Wayang, tokoh Srikandi digambarkan sebagai prajurit wanita yang tangguh dan mahir memanah, serta menjadi istri Arjuna. Peran Srikandi dalam medan perang, khususnya saat ia berhadapan dengan Bisma, seringkali diinterpretasikan sebagai simbol perjuangan dan keberanian wanita. Bagaimana peran Srikandi ini dapat dievaluasi dalam konteks nilai-nilai kesetaraan gender pada masa modern?