Seorang seniman visual menciptakan sebuah instalasi yang menggunakan simbol-simbol keagamaan tertentu dengan cara yang sangat provokatif dan mengundang kontroversi. Seniman tersebut berdalih bahwa itu adalah bentuk kebebasan berekspresi dan kritik sosial. Namun, banyak pihak merasa tersinggung dan menuntut karya tersebut ditarik. Dalam konteks ini, bagaimana seharusnya seorang seniman menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan tanggung jawab sosial?