Seorang sejarawan menemukan dua sumber primer yang saling bertentangan mengenai waktu dan penyebab runtuhnya Kerajaan Majapahit. Sumber A, sebuah prasasti, menyebutkan tahun X dengan alasan invasi eksternal, sementara Sumber B, sebuah naskah kuno, menyebutkan tahun Y dengan alasan konflik internal. Jika sejarawan tersebut ingin mencapai objektivitas maksimal, pendekatan manakah yang paling tepat untuk menangani perbedaan informasi ini?