Komunitas praaksara pada masa Mesolitikum di beberapa wilayah menunjukkan kecenderungan untuk mulai hidup semi-sedenter, ditandai dengan ditemukannya tumpukan sampah dapur (kjokkenmoddinger) dan gua-gua tempat tinggal yang lebih permanen. Mengapa perubahan ini tidak serta-merta menjadikan mereka masyarakat agraris sepenuhnya seperti pada Neolitikum?