Tradisi 'rokat tana' atau 'rokat dhisa' merupakan salah satu upacara adat di Madura yang bertujuan untuk memohon keselamatan, kesuburan tanah, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat desa. Upacara ini melibatkan sesajen, doa bersama, dan kadang pertunjukan seni tradisional. Di era modern dengan tantangan perubahan iklim dan pertanian berbasis teknologi, bagaimana relevansi tradisi 'rokat tana' dapat dipertahankan atau dimaknai ulang agar tetap memiliki nilai signifikan bagi generasi muda?