Seorang tokoh antagonis dalam cerita rakyat 'Legenda Pulau Madura' selalu berusaha menghalangi niat baik tokoh protagonis, bukan karena iri, melainkan karena ia percaya bahwa cara sang protagonis akan membawa bencana yang lebih besar di masa depan. Bagaimana Anda menilai motivasi tokoh antagonis tersebut dibandingkan dengan antagonis pada umumnya yang seringkali didorong oleh kecemburuan atau keserakahan?