Seorang penyair menggambarkan 'ghâllu'na bulan' (kemuliaan bulan) yang 'marengè' (memberi terang) kepada 'petengnga bumi' (gelapnya bumi). Jika kita menganalisis makna simbolik di balik gambaran ini, peran apakah yang paling mungkin ingin disiratkan oleh penyair tentang seorang pemimpin atau tokoh panutan?