Seorang guru Kristen menghadapi murid dengan gaya belajar yang sangat beragam: ada yang visual, auditori, kinestetik, dan sebagian lagi memiliki kebutuhan khusus. Jika guru tersebut menerapkan metode pengajaran yang seragam untuk semua, apa implikasi teologisnya terhadap pemahaman Karya Allah dalam Kepelbagaian?