Dalam Injil, banyak orang yang mendengar Warta Gembira dari Yesus memberikan berbagai respons: ada yang mengikuti-Nya, ada yang menolak, ada pula yang hanya kagum pada mukjizat-Nya. Mengapa respons yang paling otentik dan transformatif terhadap Warta Gembira Yesus bukan hanya sekadar kekaguman pada mukjizat-Nya atau penerimaan ajaran-Nya secara intelektual, melainkan pertobatan dan komitmen untuk mengikuti jalan-Nya dalam kehidupan sehari-hari?