Yesus tidak menghapus Hukum Taurat, melainkan memperdalam dan memperluas maknanya, menuntut ketaatan bukan hanya pada tindakan lahiriah, tetapi juga pada motivasi hati dan semangat di baliknya (misalnya, bukan hanya tidak membunuh, tetapi juga tidak membenci), sehingga etika Kristen menuntut kesempurnaan kasih yang lebih tinggi.