Bab 4: Aksara Jawa (Sandhangan)

LATIHAN1/5
No. 1

Seorang juru tulis Aksara Jawa menuliskan frasa "desa mungil" sebagai berikut: aksara 'da' diikuti sandhangan 'pepet', kemudian aksara 'sa' (dilanjutkan spasi); lalu aksara 'ma' diikuti sandhangan 'suku', aksara 'nga', aksara 'la' diikuti sandhangan 'wulu', dan diakhiri dengan sandhangan 'pangkon'. Jika frasa yang dimaksud adalah "désa mungil" (desa kecil), analisis manakah yang paling tepat mengenai kesalahan penulisan sandhangan pada teks tersebut?