Dalam sebuah negosiasi bisnis, seorang pedagang mengetahui ada cacat kecil pada produknya yang tidak terlihat jelas oleh pembeli. Jika ia mengungkapkan cacat tersebut, kemungkinan besar pembeli akan membatalkan transaksi atau meminta diskon besar. Namun, jika ia diam, ia bisa mendapatkan keuntungan maksimal. Bagaimana etika kejujuran dalam Islam menuntun pedagang ini?