Ali berjanji kepada temannya untuk membantu mengerjakan tugas kelompok, namun di saat yang sama ia juga memiliki janji lain yang lebih menarik. Ali merasa dilema. Jika ia mengingkari janji kepada temannya, ia merasa tidak jujur. Namun, jika ia menepati janji, ia akan kehilangan kesempatan yang lebih baik. Bagaimana perspektif Islam dalam menghadapi dilema janji seperti ini?