Koperasi 'Makmur Bersama' yang bergerak di sektor pertanian menghadapi tantangan berat: harga pupuk yang melambung tinggi dan persaingan ketat dari distributor besar. Anggota koperasi mengharapkan harga input yang lebih murah dan harga jual produk yang lebih tinggi, sesuai dengan prinsip kesejahteraan anggota. Namun, koperasi juga harus tetap bertahan secara finansial. Strategi manakah yang paling tepat untuk Koperasi 'Makmur Bersama' agar dapat menyeimbangkan tujuan sosial dan keberlanjutan ekonomi?