Buddha Gautama tidak pernah mengklaim dirinya sebagai Tuhan atau penyelamat yang akan menyelamatkan umatnya. Sebaliknya, ia menyatakan dirinya sebagai seorang 'penunjuk jalan'. Analisis implikasi filosofis dari pernyataan ini terhadap tanggung jawab individu dalam mencapai pencerahan dan pembebasan dari penderitaan.