Mendorongnya untuk merenungkan bahwa Hukum Karma bekerja dalam rentang waktu yang luas dan kompleks, bukan selalu instan; mengingatkan akan teladan ketahanan Buddha dan para Arya dalam menghadapi penderitaan, serta mengarahkan untuk kembali pada praktik Dhamma (meditasi, Metta) sebagai cara untuk menemukan kedamaian batin dan memperbaharui keyakinan melalui pengalaman langsung.