Sebuah komunitas Buddhis baru di sebuah negara non-Buddhis ingin mendirikan sebuah vihara dan menyusun kode etik internal bagi para penghuni vihara, baik monastik maupun lay. Untuk memastikan bahwa kode etik ini selaras dengan ajaran fundamental Sang Buddha dan dapat dipertanggungjawabkan secara tradisi, Pitaka manakah yang harus mereka konsultasikan secara paling ketat sebagai dasar panduan?