Lumut kerak (lichen), yang merupakan simbiosis antara jamur dan alga/sianobakteri, sering digunakan sebagai bioindikator kualitas udara. Mereka sangat sensitif terhadap polutan udara, terutama sulfur dioksida (SO2). Mengapa lumut kerak sangat cocok digunakan sebagai bioindikator kualitas udara dibandingkan dengan organisme lain?