Merefleksikan sikap 'manat' (hati-hati), 'marsomba' (menghormati), dan 'marsipasangapan' (saling menghargai), serta keyakinan akan adanya kekuatan spiritual yang lebih tinggi. Gerakan lambat dan khidmat ini merupakan bentuk komunikasi dengan leluhur atau Tuhan, menunjukkan kerendahan hati dan harapan akan berkat.