Aksara Batak, seperti banyak aksara daerah lainnya, menghadapi tantangan serius dalam pelestariannya di era digital ini. Salah satu argumen adalah bahwa aksara latin lebih praktis dan efisien untuk komunikasi modern. Namun, dari sudut pandang pelestarian budaya, strategi apa yang paling efektif untuk memastikan Aksara Batak tetap hidup dan bahkan relevan bagi generasi muda Batak?