Dalam kasus tertentu, seorang pria non-Batak dapat diangkat menjadi warga Batak dan diberikan sebuah marga melalui upacara adat 'mangain'. Apabila seorang pria non-Batak bermarga X diangkat menjadi bermarga Y (marga Batak), bagaimana implikasi paling signifikan dari keputusan ini terhadap posisinya dalam sistem tarombo dan adat Batak?