Made, seorang pemuda Bali, selalu berbicara menggunakan basa kasar (bahasa kasar) atau basa andap (bahasa rendah) dalam setiap situasi, baik saat berbicara dengan teman sebaya, tetua adat, maupun orang asing. Analisislah konsekuensi sosial yang paling mungkin dihadapi Made akibat kebiasaan berbahasanya tersebut dalam masyarakat Bali.