Li Ming melihat teman sekelasnya, Budi, merasa sangat sedih karena kehilangan pensil kesayangannya. Padahal, sebentar lagi ada ulangan dan Budi tidak punya pensil cadangan. Sebagai pengikut ajaran Khonghucu, nilai Kebajikan apakah yang paling tepat untuk diterapkan Li Ming dalam situasi ini, dan bagaimana ia menunjukkannya?