Kembali ke Katalog
SMP KELAS 9

Kerajinan Keras: Menggali Kreativitas dari Bahan Alami dan Buatan

Bab 3: Kerajinan Keras

Selamat datang di bab yang akan membuka wawasanmu tentang keindahan dan kekuatan kerajinan keras! Di sini, kita akan menjelajahi berbagai material, teknik, dan ide kreatif untuk mengubah benda keras menjadi karya seni yang bernilai dan fungsional. Siap untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa?

A. Mengenal Kerajinan Keras

Kerajinan keras adalah jenis kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang memiliki sifat keras, kuat, dan padat, baik itu bahan alami maupun buatan. Bahan-bahan ini memerlukan teknik khusus dan peralatan yang lebih spesifik dalam proses pengerjaannya dibandingkan dengan kerajinan lunak.

Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari bab ini, kamu diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi berbagai jenis bahan keras untuk kerajinan.
  2. Menjelaskan karakteristik dan sifat bahan keras.
  3. Menerapkan berbagai teknik dasar pembuatan kerajinan keras.
  4. Merancang dan membuat produk kerajinan keras dengan kreativitas dan inovasi.
  5. Menganalisis potensi keberlanjutan dan peluang usaha dari kerajinan keras.

B. Jenis dan Karakteristik Bahan Keras

Bahan keras dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama:

1. Bahan Keras Alami

Bahan keras alami adalah bahan yang berasal dari alam dan tersedia secara langsung. Contohnya:

  • Kayu: Memiliki serat yang unik, kuat, mudah dibentuk dengan teknik ukir, potong, atau bubut. Contoh kerajinan: patung, mebel, hiasan dinding, miniatur.
  • Bambu: Ringan, kuat, lentur, memiliki ruas yang khas. Cocok untuk anyaman, mebel, alat musik, atau dekorasi.
  • Rotan: Mirip bambu namun lebih lentur dan mudah dibengkokkan. Banyak digunakan untuk anyaman kursi, meja, atau keranjang.
  • Batu: Sangat keras, tahan lama, memiliki corak dan warna alami yang indah. Memerlukan teknik pahat dan ukir khusus. Contoh: patung, cobek, relief, perhiasan.
  • Logam: Besi, tembaga, perak, emas, aluminium. Kuat, tahan karat (tergantung jenis), dapat dibentuk dengan teknik tempa, cor, ukir, patri, atau las. Contoh: perhiasan, senjata tradisional, peralatan rumah tangga, hiasan.

2. Bahan Keras Buatan

Bahan keras buatan adalah bahan yang diproses manusia melalui reaksi kimia atau campuran bahan alami. Contohnya:

  • Kaca: Transparan, mudah pecah, namun dapat dibentuk dengan pemanasan atau tiup, serta dihias dengan ukiran atau lukisan. Contoh: vas bunga, lampu hias, piring, patung.
  • Keramik: Dibuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi. Kuat, padat, dan memiliki beragam finishing. Walaupun bahan dasarnya lunak, setelah dibakar menjadi sangat keras. Contoh: gerabah, vas, ubin, peralatan makan.
  • Fiberglass: Serat kaca yang diperkuat resin. Ringan, kuat, tahan karat, mudah dibentuk. Contoh: perahu, patung, bak mandi.
  • Plastik Akrilik: Mirip kaca tapi lebih ringan dan tidak mudah pecah. Mudah dipotong, diukir, dan ditekuk dengan pemanasan. Contoh: plakat, kotak tisu, gantungan kunci.

C. Teknik-Teknik Pembuatan Kerajinan Keras

Proses pembuatan kerajinan keras memerlukan keterampilan dan pemahaman teknik yang tepat. Beberapa teknik umum meliputi:

  1. Memahat/Mengukir: Mengurangi bagian bahan menggunakan alat pahat untuk membentuk pola atau relief. Umum untuk kayu dan batu.
  2. Membubut: Membentuk benda silindris atau bundar menggunakan mesin bubut. Umum untuk kayu.
  3. Menganyam: Menjalin bahan keras tipis seperti bambu atau rotan untuk membentuk benda tiga dimensi.
  4. Menempa: Membentuk logam dengan cara memukul-mukulnya saat panas hingga lentur.
  5. Mencor: Memasukkan bahan cair (misalnya logam leleh) ke dalam cetakan dan membiarkannya mengeras.
  6. Menggergaji/Memotong: Memisahkan atau membentuk bagian bahan menggunakan gergaji atau alat potong lainnya.
  7. Mengelas/Mematri: Menyambungkan dua atau lebih bagian logam dengan memanaskan dan meleburkan bagian sambungan.
  8. Mengamplas/Menghaluskan: Menghaluskan permukaan bahan untuk persiapan finishing.
  9. Finishing: Tahap akhir seperti melapis dengan pernis, cat, politur, atau pelapisan anti karat untuk melindungi dan memperindah produk.

D. Perencanaan dan Proses Pembuatan

Sebelum memulai sebuah proyek kerajinan keras, ada beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan:

  1. Ide dan Gagasan: Tentukan konsep, fungsi, dan nilai estetika dari produk yang ingin dibuat. Carilah inspirasi dari lingkungan sekitar, budaya lokal, atau internet.
  2. Perancangan Desain: Buat sketsa atau gambar kerja yang detail, termasuk ukuran, bentuk, dan detail hiasan. Pertimbangkan aspek keamanan dan ergonomi.
  3. Pemilihan Bahan dan Alat: Pilih bahan keras yang sesuai dengan desain dan tujuan produk. Siapkan alat-alat yang diperlukan dan pastikan dalam kondisi baik serta aman digunakan.
  4. Persiapan Bahan: Bersihkan, potong, atau bentuk awal bahan sesuai kebutuhan.
  5. Proses Pembentukan: Lakukan teknik-teknik yang telah dipelajari (mengukir, mengelas, menganyam, dll.) sesuai desain.
  6. Perakitan (jika ada): Gabungkan bagian-bagian yang telah dibentuk menjadi satu kesatuan.
  7. Finishing: Selesaikan produk dengan penghalusan, pewarnaan, atau pelapisan pelindung.
  8. Evaluasi: Periksa kembali hasil karya, apakah sudah sesuai dengan desain, berfungsi dengan baik, dan aman digunakan.

E. Aspek Keberlanjutan dan Peluang Usaha

Dalam Kurikulum Merdeka, aspek keberlanjutan dan kewirausahaan sangat ditekankan:

  • Keberlanjutan: Pilihlah bahan yang ramah lingkungan atau dapat diperbarui. Manfaatkan limbah atau barang bekas menjadi kerajinan keras (upcycling). Contoh: menggunakan kayu daur ulang, kaleng bekas, atau botol kaca bekas.
  • Peluang Usaha: Produk kerajinan keras memiliki potensi pasar yang luas. Kamu bisa menciptakan:
    • Cenderamata khas daerah.
    • Dekorasi rumah atau kantor.
    • Peralatan rumah tangga unik.
    • Perhiasan atau aksesori.
    • Produk kustom berdasarkan pesanan.
    Promosikan karyamu melalui media sosial, pameran lokal, atau toko daring.

F. Proyek Mandiri: Membuat Kerajinan Keras Fungsional

Mari kita aplikasikan pengetahuanmu! Pilihlah salah satu ide berikut atau kembangkan idemu sendiri:

  1. Tempat Pensil Kayu/Bambu: Gunakan teknik potong, amplas, dan finishing. Tambahkan ukiran sederhana.
  2. Gantungan Kunci Logam/Akrilik: Desain bentuk unik, potong, haluskan, dan tambahkan pengait.
  3. Hiasan Dinding dari Botol Kaca Bekas: Potong botol, haluskan, dan hias dengan lukisan atau tali.
  4. Miniatur Perahu dari Limbah Kayu: Manfaatkan sisa kayu, potong, rekatkan, dan cat.

Panduan Proyek:

  • Buatlah desain awal.
  • Identifikasi bahan dan alat yang dibutuhkan.
  • Lakukan proses pembuatan dengan memperhatikan keselamatan kerja.
  • Selesaikan dengan detail dan rapi.
  • Presentasikan hasil karyamu dan jelaskan proses pembuatannya.

Refleksi

Setelah mempelajari bab ini, apa saja hal baru yang kamu pelajari tentang kerajinan keras? Apakah kamu menemukan tantangan baru dalam proses pembuatan? Bagaimana kamu mengatasi tantangan tersebut? Apa saja ide kerajinan keras yang ingin kamu kembangkan lebih lanjut?

Uji Pemahaman

#1
Apa yang menjadi ciri khas utama dari "kerajinan keras" dibandingkan dengan jenis kerajinan lainnya?
#2
Di antara pilihan berikut, manakah yang merupakan contoh bahan keras alami yang sering digunakan dalam kerajinan?
#3
Bahan buatan yang termasuk dalam kategori kerajinan keras dan sering dimanfaatkan untuk membuat produk seperti kotak penyimpanan, aksesoris, atau hiasan dinding adalah...
#4
Salah satu teknik dasar dalam pembuatan kerajinan keras, khususnya dari bahan kayu atau batu, yang melibatkan pengurangan material untuk membentuk objek adalah...
#5
Dalam perancangan kerajinan keras yang memiliki fungsi guna atau pakai, prinsip desain yang sangat penting untuk memastikan kenyamanan dan kemudahan pengguna adalah prinsip...

Latihan Soal Lainnya?

Akses bank soal prakarya Kelas 9 lengkap.

Cari Soal