Kembali ke Katalog
SMK KELAS 10

Corak Hidup Masyarakat Praaksara: Jejak Langkah Peradaban Awal

Pendahuluan

Masa praaksara, periode panjang sebelum manusia mengenal tulisan, menyimpan misteri dan pesona tersendiri. Memahami corak hidup masyarakat praaksara bukan hanya tentang menelusuri artefak dan fosil, tetapi juga tentang merekonstruksi pola pikir, sistem sosial, dan adaptasi mereka terhadap lingkungan. Artikel ini akan mengupas tuntas corak hidup masyarakat praaksara, mulai dari pola hunian, sistem kepercayaan, hingga teknologi yang mereka kembangkan.

Konsep Utama

Corak hidup masyarakat praaksara dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa aspek:

  • Pola Hunian: Nomaden (berpindah-pindah) atau menetap (sedenter).
  • Sistem Kepercayaan: Animisme (kepercayaan terhadap roh nenek moyang), dinamisme (kepercayaan terhadap kekuatan alam), dan totemisme (kepercayaan terhadap hewan atau tumbuhan sebagai simbol kelompok).
  • Sistem Sosial: Kelompok kecil berdasarkan hubungan darah atau kekerabatan.
  • Teknologi: Alat-alat batu, tulang, dan kayu yang semakin berkembang seiring waktu.
  • Ekonomi: Berburu dan meramu (food gathering) atau bercocok tanam dan beternak (food producing).

Analisis dan Penerapan

Masa Berburu dan Meramu: Pada masa ini, manusia purba hidup secara nomaden, mengikuti pergerakan hewan buruan dan ketersediaan tumbuhan liar. Mereka menggunakan alat-alat batu sederhana seperti kapak perimbas dan alat serpih. Sistem sosial mereka cenderung egaliter, dengan pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin dan usia. Kepercayaan animisme dan dinamisme sangat kuat, tercermin dalam ritual-ritual sederhana untuk menghormati roh nenek moyang dan kekuatan alam.

Masa Bercocok Tanam dan Beternak: Revolusi Neolitikum menandai perubahan besar dalam corak hidup manusia praaksara. Mereka mulai bercocok tanam dan beternak, yang memungkinkan mereka untuk hidup menetap. Hal ini memicu perkembangan teknologi pertanian, seperti alat-alat untuk mengolah tanah dan menyimpan hasil panen. Sistem sosial menjadi lebih kompleks, dengan munculnya stratifikasi sosial berdasarkan kepemilikan lahan dan kekayaan. Kepercayaan totemisme mulai berkembang, dengan hewan atau tumbuhan tertentu dianggap sebagai simbol kelompok atau klan.

Perkembangan Teknologi: Seiring berjalannya waktu, manusia praaksara semakin mahir dalam membuat alat-alat dari batu, tulang, dan kayu. Mereka mengembangkan teknik-teknik baru seperti teknik mengasah batu dan teknik membuat gerabah. Perkembangan teknologi ini memungkinkan mereka untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup mereka.

Rangkuman

Corak hidup masyarakat praaksara mengalami evolusi yang panjang dan kompleks. Dari kehidupan nomaden sebagai pemburu dan peramu, mereka beralih ke kehidupan menetap sebagai petani dan peternak. Perkembangan teknologi dan sistem sosial mereka mencerminkan kemampuan adaptasi dan inovasi yang luar biasa. Memahami corak hidup masyarakat praaksara memberikan kita wawasan yang berharga tentang asal-usul dan perkembangan peradaban manusia.

Uji Pemahaman

#1
Perhatikan pernyataan berikut: 1. Hidup berpindah-pindah 2. Ketergantungan pada alam 3. Peralatan dari batu kasar 4. Bercocok tanam dan beternak Pernyataan di atas yang merupakan ciri-ciri kehidupan manusia pada masa berburu dan meramu adalah...
#2
Mengapa Revolusi Neolitikum dianggap sebagai perubahan besar dalam sejarah manusia?
#3
Perhatikan contoh berikut: Upacara pemujaan pohon besar, pemberian sesaji di sungai, dan penghormatan terhadap arwah nenek moyang. Contoh-contoh tersebut mencerminkan sistem kepercayaan...
#4
Bagaimana cara manusia purba pada masa berburu dan meramu memenuhi kebutuhan pangan mereka?
#5
Teknik pembuatan alat batu pada masa praaksara mengalami perkembangan dari masa ke masa. Teknik mengasah batu merupakan inovasi penting karena...

Latihan Soal Lainnya?

Akses bank soal Sejarah Kelas 10 lengkap.

Cari Soal