Kembali ke Katalog
SMK KELAS 11

Okara Tandhuk: Mengenal dan Memahami Klausa Adverbial dalam Bahasa Madura

Pendahuluan

Selamat datang di dunia Okara Tandhuk! Dalam Bahasa Madura, Okara Tandhuk memegang peranan penting dalam memperkaya makna sebuah kalimat. Secara sederhana, Okara Tandhuk bisa diartikan sebagai klausa adverbial. Klausa ini berfungsi sebagai keterangan yang memberikan informasi tambahan mengenai waktu, tempat, sebab, akibat, syarat, cara, tujuan, atau perbandingan dalam kalimat utama. Mari kita selami lebih dalam konsep yang menarik ini.

Konsep Utama Okara Tandhuk

Okara Tandhuk, atau klausa adverbial, merupakan bagian kalimat yang tidak bisa berdiri sendiri. Ia bergantung pada klausa utama (okara otama) untuk membentuk sebuah kalimat yang lengkap dan bermakna. Keberadaannya memperjelas dan memperdalam informasi yang disampaikan dalam kalimat utama.

Terdapat beberapa jenis Okara Tandhuk berdasarkan fungsinya:

  • Okara Tandhuk Waktu (Bila/Saponapa): Menyatakan keterangan waktu. Contoh: "Bila are mangkat sakola, sengko' terro ajhalan." (Ketika matahari mulai terbit, saya ingin berjalan kaki.)
  • Okara Tandhuk Tempat (Neng Dhimma): Menyatakan keterangan tempat. Contoh: "Neng pasar bungkalan, sengko' mellè buwa." (Di pasar bungkalan, saya membeli buah.)
  • Okara Tandhuk Sebab (Sabab): Menyatakan alasan atau penyebab. Contoh: "Sabab udan deres, sengko' ta' bisa mangkat." (Karena hujan deras, saya tidak bisa berangkat.)
  • Okara Tandhuk Akibat (Sampè'): Menyatakan akibat dari suatu kejadian. Contoh: "Sengko' ngakan sè bânnyak, sampè' kenyang." (Saya makan banyak, sampai kenyang.)
  • Okara Tandhuk Syarat (Mon/Jhèk): Menyatakan syarat terjadinya sesuatu. Contoh: "Mon rajin abâjâr, pastè bisa." (Jika rajin belajar, pasti bisa.)
  • Okara Tandhuk Cara (Kadhi Ponapa): Menyatakan cara melakukan sesuatu. Contoh: "Kadhi rèya cara ngakan sè nyaman, niser." (Seperti ini cara makan yang nyaman, pelan.)
  • Okara Tandhuk Tujuan (Sopajâ): Menyatakan tujuan dari suatu tindakan. Contoh: "Sengko' abâjâr koca', sopajâ pèntèr." (Saya belajar keras, supaya pintar.)
  • Okara Tandhuk Perbandingan (Padhâ bân): Menyatakan perbandingan. Contoh: "Padhâ bân ngakan madu, manès." (Bagaikan makan madu, manis.)

Analisis dan Penerapan

Memahami Okara Tandhuk sangat penting untuk menguasai struktur kalimat Bahasa Madura. Kemampuan mengidentifikasi dan menggunakan Okara Tandhuk akan membuat tulisan dan percakapan Anda lebih kaya dan ekspresif. Perhatikan bagaimana Okara Tandhuk mengubah makna kalimat utama, memberikan informasi tambahan yang krusial untuk pemahaman yang lebih mendalam.

Contoh penerapan dalam kalimat kompleks:

"Mon sengko' andi' dhuwit bânnyak, sengko' terro ngabelli buko anyar sopajâ sengko' bisa abâjâr langkong semangat, sabab buko andi' abâjâr sanget penting. " (Jika saya punya uang banyak, saya ingin membeli buku baru supaya saya bisa belajar lebih semangat, karena buku buat belajar sangat penting.)

Rangkuman

Okara Tandhuk adalah elemen penting dalam tata bahasa Madura yang berfungsi sebagai keterangan tambahan dalam kalimat. Dengan memahami jenis-jenis dan fungsinya, kita dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Madura kita. Teruslah berlatih dan eksplorasi penggunaan Okara Tandhuk dalam berbagai konteks untuk memperdalam pemahaman Anda.

Uji Pemahaman

#1
E dâlem okara "Mon udân ta' terro kèya, sèngko' tapèk ajâlân sakola", okara tandhuk sè èyangguy aropa...
#2
Okara sè korang pas èyangguy okara tandhuk sabab èngghi panèka...
#3
"Sè tapèk ngakan, sampè' kenyang." Okara tandhuk sampè' è ḍâlem okara è attas aropa...
#4
"Sopajâ ngaghungè kasoghân, sèngko' tapèk aberka'." Okara tandhuk sopajâ è ḍâlem okara è attas nyampè'aghi...
#5
Manabi èyangguy okara tandhuk cara, okara è bâbâ rèya sè palèng pas èngghi panèka...

Latihan Soal Lainnya?

Akses bank soal Bahasa Madura Kelas 11 lengkap.

Cari Soal