Kembali ke Katalog
SMK KELAS 10

Puisi Madura: Warisan Budaya dalam Untaian Kata

Pendahuluan

Bahasa Madura, dengan kekayaan kosakata dan keindahan bunyi, menjadi wadah bagi ekspresi seni yang mendalam. Salah satu bentuk ekspresi tersebut adalah puisi Madura. Puisi Madura bukan sekadar rangkaian kata, melainkan cerminan budaya, nilai-nilai, dan pandangan hidup masyarakat Madura. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi konsep utama puisi Madura, menganalisis elemen-elemen pentingnya, dan memahami bagaimana puisi Madura berperan dalam melestarikan warisan budaya.

Konsep Utama Puisi Madura

Puisi Madura, atau sering disebut parèbhâsa dalam bahasa Madura, memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dari puisi dalam bahasa lain. Beberapa konsep utama yang perlu dipahami adalah:

  • Purwakanthi (Rima): Pengulangan bunyi pada akhir baris atau bait yang menciptakan keindahan musikal. Contoh: "Tembang ate, nyarè. Nyarè sè èkasè, atèsè." (Lagu hati, mencari. Mencari yang dicintai, disayangi).
  • Tegghâlân (Imaji): Penggunaan bahasa figuratif untuk menciptakan gambaran mental yang kuat. Contoh: "Bulan saparo némbhang è tasè'" (Bulan separuh menari di laut).
  • Pèccot (Makna Tersembunyi): Puisi Madura seringkali mengandung makna simbolik atau alegoris yang mengajak pembaca untuk berpikir lebih dalam.

Analisis dan Penerapan

Untuk memahami puisi Madura lebih mendalam, mari kita analisis sebuah contoh:

Tasè' bân pasir paggun abârengan

Ombak noro' ghuli ka tèpian

Cènta bân kasè sayang paggun è gadhuwân

Sè èkasè noro' sè kapèyè

Terjemahan:

Laut dan pasir selalu bersama

Ombak ikut bergulir ke tepian

Cinta dan kasih sayang selalu dalam genggaman

Yang dicintai ikut yang menyayangi

Analisis:

  • Purwakanthi: Perhatikan rima pada akhir baris (abârengan, tèpian, gadhuwân, kapèyè).
  • Tegghâlân: Laut dan pasir yang selalu bersama melambangkan hubungan yang erat dan tak terpisahkan.
  • Pèccot: Puisi ini menyampaikan pesan tentang pentingnya cinta dan kasih sayang dalam menjaga hubungan yang harmonis.

Penerapan:

Puisi Madura dapat diterapkan dalam berbagai konteks, seperti:

  • Pendidikan: Sebagai media pembelajaran bahasa dan budaya Madura.
  • Hiburan: Sebagai bentuk seni pertunjukan dan bacaan yang menghibur.
  • Sosial: Sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan sosial.

Rangkuman

Puisi Madura adalah bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Madura. Dengan memahami konsep utama, menganalisis elemen-elemen penting, dan menerapkan puisi Madura dalam berbagai konteks, kita dapat melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya ini untuk generasi mendatang. Mari terus menggali keindahan dan kearifan yang terkandung dalam setiap untaian kata puisi Madura.

Uji Pemahaman

#1
Dalam puisi Madura, pengulangan bunyi pada akhir baris atau bait yang menciptakan keindahan musikal disebut…
#2
Manakah di antara contoh berikut yang paling tepat menggambarkan penggunaan tegghâlân (imaji) dalam puisi Madura?
#3
Sebuah puisi Madura berbunyi: "Ombak nèmbhâr ka tèpian, bâto karang paggun ngaddhâng." (Ombak membentur ke tepian, batu karang tetap menghadang). Apa makna tersembunyi (pèccot) yang mungkin terkandung dalam puisi tersebut?
#4
Mengapa puisi Madura penting dalam melestarikan warisan budaya Madura?
#5
Jika Anda ingin menciptakan sebuah puisi Madura yang bertema cinta tanah air, elemen apa yang perlu Anda perhatikan agar puisi tersebut efektif dan bermakna?

Latihan Soal Lainnya?

Akses bank soal Bahasa Madura Kelas 10 lengkap.

Cari Soal