Kembali ke Katalog
SMK KELAS 10

Senam Lantai: Menguasai Gerakan Dasar dan Keseimbangan

Pengenalan Senam Lantai

Senam lantai adalah salah satu cabang olahraga senam yang dilakukan di atas matras atau lantai dengan menggunakan gerakan-gerakan akrobatik tanpa bantuan alat. Gerakan-gerakan ini melibatkan kekuatan, kelenturan, keseimbangan, koordinasi, dan keberanian. Senam lantai merupakan bagian penting dari Kurikulum Merdeka di jenjang SMA untuk mengasah keterampilan motorik dan kebugaran jasmani siswa.

Manfaat Senam Lantai:

  • Meningkatkan kekuatan otot tubuh, terutama otot inti (core muscles).
  • Mengembangkan kelenturan dan keluwesan tubuh.
  • Melatih keseimbangan dan koordinasi gerak.
  • Meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri.
  • Membentuk postur tubuh yang baik.

Prinsip Dasar dan Keselamatan dalam Senam Lantai

Sebelum memulai praktik senam lantai, sangat penting untuk memahami prinsip dasar dan selalu mengutamakan keselamatan. Cedera dapat dicegah dengan persiapan yang baik.

  • Pemanasan (Warm-up): Lakukan pemanasan menyeluruh untuk menyiapkan otot dan sendi, mencegah cedera. Fokus pada peregangan dinamis.
  • Matras yang Sesuai: Pastikan menggunakan matras senam yang empuk, tidak licin, dan dalam kondisi baik.
  • Pendamping/Spotter: Khususnya untuk gerakan sulit atau saat baru belajar, pastikan ada guru atau teman yang terlatih siap membantu (spotting).
  • Fokus dan Konsentrasi: Lakukan gerakan dengan fokus dan konsentrasi penuh untuk menghindari kesalahan teknis.
  • Pakaian yang Nyaman: Gunakan pakaian olahraga yang longgar, menyerap keringat, dan tidak membatasi gerakan.

Gerakan Dasar Senam Lantai

1. Sikap Lilin

Sikap lilin adalah gerakan senam lantai untuk melatih keseimbangan dan kekuatan otot perut serta punggung. Posisi tubuh tegak lurus ke atas seperti lilin.

Cara Melakukan:

  1. Tidurlah terlentang di atas matras, kedua tangan lurus di samping badan dengan telapak tangan menghadap ke bawah, dan pandangan lurus ke atas.
  2. Angkat kedua kaki lurus ke atas secara perlahan hingga panggul terangkat dari lantai.
  3. Bantu menopang panggul dengan kedua tangan, siku ditekuk dan menempel pada matras.
  4. Pertahankan posisi kaki lurus ke atas dan badan tegak. Usahakan ujung kaki lurus ke atas (point).
  5. Tahan posisi ini selama beberapa detik (sesuai kemampuan), lalu turunkan tubuh secara perlahan dan terkontrol.

Kesalahan Umum:

  • Kaki tidak lurus atau tidak tegak lurus ke atas (miring).
  • Penopang tangan tidak kuat, sehingga badan tidak stabil dan goyang.
  • Menurunkan tubuh terlalu cepat atau menjatuhkan diri, yang bisa menyebabkan cedera punggung.

2. Guling Depan (Forward Roll)

Guling depan adalah gerakan menggulingkan badan ke depan dengan posisi tengkuk sebagai tumpuan awal saat mengguling.

Cara Melakukan:

  1. Berdiri tegak dengan kedua tangan lurus ke atas. Atau mulai dari posisi jongkok.
  2. Jatuhkan badan ke depan, letakkan kedua telapak tangan di matras selebar bahu.
  3. Tekuk siku dan masukkan kepala di antara kedua tangan hingga dagu menyentuh dada (membuat posisi membulat).
  4. Dorong badan ke depan, tumpuan pertama adalah tengkuk (bagian belakang leher atas), bukan kepala!
  5. Gulingkan badan secara lurus ke depan, ikuti gerakan membulat hingga posisi jongkok, lalu berdiri tegak (jika memungkinkan).

Kesalahan Umum:

  • Tumpuan kepala, bukan tengkuk, yang sangat berbahaya bagi leher.
  • Kedua tangan tidak menolak atau terlalu lemah, sehingga momentum guling kurang.
  • Posisi badan tidak membulat, menyebabkan guling tidak mulus.
  • Tidak bisa kembali ke posisi berdiri atau jongkok dengan sempurna.

3. Guling Belakang (Backward Roll)

Guling belakang adalah gerakan menggulingkan badan ke belakang dengan posisi panggul sebagai tumpuan awal, diikuti oleh punggung dan tangan.

Cara Melakukan:

  1. Mulai dari posisi jongkok, punggung membelakangi matras.
  2. Kedua tangan ditekuk dan telapak tangan menghadap ke atas, siap untuk menolak di samping telinga.
  3. Jatuhkan punggung ke belakang secara perlahan, pastikan posisi badan membulat.
  4. Saat panggul menyentuh matras, dorong badan ke belakang.
  5. Pada saat yang bersamaan, tekuk kedua siku dan dorong matras dengan telapak tangan di samping telinga untuk membantu mengangkat badan dan mendorong panggul ke atas.
  6. Gulingkan badan hingga kembali ke posisi jongkok atau berdiri (jika memungkinkan).

Kesalahan Umum:

  • Tidak ada dorongan tangan yang kuat, sehingga sulit kembali ke posisi jongkok atau berdiri.
  • Tidak mengangkat panggul saat mengguling, sehingga gerakan tersendat.
  • Posisi kepala tidak tertunduk (dagumenempel dada), menyebabkan tumpuan pada kepala dan potensi cedera leher.

4. Kayang (Bridge)

Kayang adalah gerakan senam lantai untuk melatih kelenturan punggung dan kekuatan otot lengan serta kaki. Posisi badan melengkung ke atas seperti busur.

Cara Melakukan (dari tidur terlentang):

  1. Tidurlah terlentang di atas matras, kedua kaki ditekuk, tumit dekat dengan bokong.
  2. Kedua tangan ditekuk dan letakkan telapak tangan di samping telinga, jari-jari menghadap kaki.
  3. Secara bersamaan, dorong badan ke atas dengan kedua tangan dan kaki.
  4. Angkat pinggul dan punggung setinggi mungkin, luruskan lengan dan kaki sebisa mungkin.
  5. Pertahankan posisi ini selama beberapa detik (sesuai kemampuan), lalu turunkan tubuh secara perlahan dan terkontrol.

Kesalahan Umum:

  • Lengan atau kaki tidak lurus atau ditekuk saat mengangkat badan, mengurangi ketinggian lengkungan.
  • Punggung kurang melengkung atau pinggul tidak terangkat maksimal.
  • Kepala tidak mendongak ke atas (terlalu menunduk), menyebabkan posisi leher tidak alami.
  • Turun dari posisi kayang secara tiba-tiba, berisiko cedera.

Tips Keamanan dan Peningkatan

  • Selalu mulai dengan pemanasan yang cukup dan akhiri dengan pendinginan.
  • Minta bantuan spotter (penjaga) untuk gerakan yang belum dikuasai sepenuhnya.
  • Latih setiap gerakan secara bertahap dan berulang, jangan terburu-buru menguasai gerakan yang lebih sulit.
  • Perhatikan arahan dan koreksi dari guru atau pelatih dengan seksama.
  • Fokus pada teknik yang benar daripada kecepatan, ketinggian, atau berapa banyak pengulangan.
  • Gunakan matras yang aman dan lingkungan latihan yang bebas hambatan.

Penutup

Senam lantai adalah aktivitas yang menyenangkan dan menantang yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani secara keseluruhan. Dengan latihan yang tekun, disiplin, dan selalu memperhatikan keselamatan, kalian pasti bisa menguasai gerakan-gerakan dasar ini. Teruslah berlatih untuk meningkatkan kekuatan, kelenturan, dan keseimbangan tubuh kalian sesuai dengan nilai-nilai Kurikulum Merdeka!

Uji Pemahaman

#1
Cabang olahraga senam yang dilakukan di atas matras dengan gerakan bebas dan sistematis tanpa alat bantu disebut...
#2
Dalam senam lantai, gerakan mengguling ke depan dengan posisi badan membulat seperti roda adalah...
#3
Gerakan senam lantai di mana posisi tubuh lurus tegak ke atas, ditopang oleh bahu dan siku, serta kaki lurus ke atas adalah...
#4
Saat melakukan gerakan guling depan, bagian tubuh yang menjadi tumpuan utama dan pertama kali menyentuh matras setelah tolakan tangan adalah...
#5
Latihan keseimbangan dalam senam lantai sangat penting untuk melatih kekuatan otot...

Latihan Soal Lainnya?

Akses bank soal pjok Kelas 10 lengkap.

Cari Soal