Kembali ke Katalog
SMP KELAS 7

Lari Jarak Pendek: Sprint Cepat Raih Prestasi! 😊

Pendahuluan: Ayo Berlari Cepat! 🏃‍♀️💨

Halo siswa-siswi kelas 7 yang hebat! 👋 Hari ini kita akan belajar tentang salah satu cabang atletik yang seru dan menantang, yaitu Lari Jarak Pendek atau sering disebut Sprint. Lari jarak pendek adalah jenis lari yang dilakukan dengan kecepatan maksimal sepanjang lintasan. Ini berbeda dengan lari jarak menengah atau jauh yang membutuhkan stamina lebih. Dalam lari jarak pendek, kecepatan dan teknik adalah kuncinya! Siap untuk menjadi sprinter handal? Mari kita mulai! 📚

Penjelasan Inti: Teknik dan Fase Lari Jarak Pendek 🛠️

Lari jarak pendek tidak hanya mengandalkan kekuatan otot, tetapi juga teknik yang tepat agar energi tidak terbuang sia-sia dan kecepatan maksimal bisa dicapai. Ada beberapa fase penting dalam lari jarak pendek:

1. Fase Start (Start Jongkok)

Untuk lari jarak pendek, kita menggunakan start jongkok. Ada tiga aba-aba penting:

  • Aba-aba "Bersedia":

    Pelari maju ke garis start, menempatkan kedua tangan di belakang garis start selebar bahu. Ibu jari dan jari telunjuk membentuk huruf 'V' terbalik. Lutut kaki belakang diletakkan di tanah, sejajar dengan tumit kaki depan. Pandangan lurus ke depan sekitar 1 meter di depan garis start.

  • Aba-aba "Siap":

    Angkat pinggul lebih tinggi dari bahu, berat badan sedikit condong ke depan. Kedua lutut sedikit terangkat dari tanah (lutut kaki belakang terangkat, lutut kaki depan membentuk sudut sekitar 90 derajat). Pertahankan posisi ini dengan konsentrasi penuh.

  • Aba-aba "Ya" atau Bunyi Pistol:

    Tolak sekuat-kuatnya ke depan dengan kedua kaki dan tangan. Langkahkan kaki belakang terlebih dahulu, diikuti ayunan tangan yang kuat. Posisi tubuh condong ke depan untuk beberapa langkah pertama.

2. Fase Gerakan Lari

Setelah start yang eksplosif, kita masuk ke fase lari. Ingat ya, lari jarak pendek adalah tentang kecepatan maksimal dari awal sampai akhir!

  • Gerakan Kaki:

    Langkahkan kaki selebar mungkin namun tetap efektif. Angkat paha tinggi ke depan, dorong kaki ke belakang dengan kuat saat menjejak tanah. Frekuensi langkah juga harus cepat.

  • Ayunan Tangan:

    Sikut ditekuk sekitar 90 derajat. Ayunkan tangan ke depan dan ke belakang secara bergantian, seirama dengan langkah kaki. Ayunan tangan membantu menjaga keseimbangan dan menambah dorongan kecepatan. Ayunan tangan yang kuat sangat penting!

  • Posisi Badan:

    Pertahankan badan sedikit condong ke depan saat berlari, terutama di awal lari (fase akselerasi). Kemudian, tegakkan badan sedikit saat mencapai kecepatan maksimal.

  • Pandangan:

    Fokuskan pandangan lurus ke depan, ke arah garis finish. Jangan menunduk atau menoleh ke samping.

3. Fase Memasuki Garis Finish

Ini adalah bagian krusial! Kecepatan harus tetap maksimal sampai melewati garis finish. Ada beberapa cara:

  • Condongkan Dada:

    Jatuhkan dada ke depan melewati garis finish. Ini sering disebut 'melesat'.

  • Jatuhkan Salah Satu Bahu:

    Saat mendekati garis finish, putar salah satu bahu ke depan agar bagian bahu duluan menyentuh pita finish. Teknik ini sering digunakan atlet profesional.

Ingat, jangan melambatkan kecepatan sebelum melewati garis finish! Lari terus sampai beberapa meter setelah garis finish. 💪

Contoh Penerapan: Latihan Menjadi Sprinter Handal 🚀

Untuk menjadi sprinter yang baik, kalian perlu latihan teratur. Ini beberapa tips:

  • Pemanasan yang Cukup: Selalu lakukan pemanasan (stretching dinamis) sebelum berlari untuk menghindari cedera.
  • Latihan Teknik Start: Berlatih berulang kali start jongkok agar respons terhadap aba-aba semakin cepat.
  • Latihan Lari Cepat: Lakukan sprint-sprint pendek dengan intensitas tinggi, lalu istirahat sebentar.
  • Latihan Kekuatan Otot Kaki: Latihan seperti squat, lunges, atau melompat dapat memperkuat otot kaki.
  • Pendinginan: Setelah berlari, lakukan pendinginan (stretching statis) untuk mengendurkan otot.

Rangkuman: Kunci Kecepatan dan Ketepatan 🏁

Lari jarak pendek adalah olahraga yang membutuhkan kombinasi antara kekuatan, kecepatan, dan teknik yang tepat. Dari start jongkok yang eksplosif, gerakan lari dengan ayunan tangan dan langkah kaki yang efektif, hingga teknik memasuki garis finish yang cerdik. Dengan latihan yang disiplin dan memahami teknik dasar, kalian pasti bisa meningkatkan performa lari jarak pendek kalian. Terus semangat berlatih dan jadilah yang tercepat! 😊

Uji Pemahaman

#1
Seorang pelari sudah berada di posisi start jongkok dan mendengar aba-aba "Siap". Tindakan yang paling tepat dilakukan pelari pada aba-aba tersebut untuk mempersiapkan dorongan maksimal adalah...
#2
Dalam fase gerakan lari jarak pendek, seorang pelari merasakan kakinya melangkah sangat panjang tetapi kecepatannya tidak meningkat signifikan. Analisis yang paling mungkin menjelaskan masalah ini dan solusi yang harus dilakukan adalah...
#3
Dua pelari sedang beradu cepat mendekati garis finish. Pelari A condongkan dada ke depan melewati garis finish, sementara Pelari B melompat untuk melewati garis finish. Siapakah yang lebih mungkin dicatat waktunya lebih cepat dan mengapa?
#4
Seorang pelari pemula ingin meningkatkan performa lari jarak pendeknya. Ia memiliki waktu terbatas untuk berlatih. Dari pilihan berikut, area mana yang paling krusial untuk diprioritaskan latihannya agar mendapatkan peningkatan performa yang signifikan dalam waktu singkat?
#5
Dalam sebuah perlombaan lari jarak pendek, seorang pelari melakukan start sebelum aba-aba "Ya" dibunyikan. Akibatnya, ia langsung didiskualifikasi. Pelajaran terpenting yang bisa diambil dari insiden ini bagi seorang pelari adalah...

Latihan Soal Lainnya?

Akses bank soal pjok Kelas 7 lengkap.

Cari Soal