Kembali ke Katalog
KARIR KELAS UKOM

Maternitas & Anak: ANC, INC, Tumbuh Kembang

Pengantar: Peran Perawat dalam Maternitas & Anak

Kesehatan ibu dan anak adalah pilar utama dalam pembangunan kesehatan suatu bangsa. Sebagai perawat, pemahaman yang komprehensif mengenai asuhan antenatal (ANC), intranatal (INC), dan tumbuh kembang anak adalah esensial untuk memberikan pelayanan yang optimal dan holistik. Paket konten ini dirancang untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan perawat dalam bidang krusial ini, memastikan setiap ibu dan anak menerima perawatan terbaik dari masa kehamilan hingga masa kanak-kanak.

Bagian 1: Antenatal Care (ANC) – Pondasi Kehamilan Sehat

Antenatal Care atau asuhan kehamilan adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil selama masa kehamilannya. Tujuannya adalah untuk memastikan kehamilan yang sehat bagi ibu dan janin, mendeteksi dini komplikasi, mempersiapkan persalinan yang aman, serta menyosialisasikan pentingnya pemberian ASI eksklusif dan perawatan pascapersalinan.

Tujuan Utama ANC:

  • Mengenali dan menangani komplikasi yang mungkin timbul selama kehamilan.
  • Mencegah masalah kesehatan yang serius melalui skrining dan intervensi dini.
  • Mempersiapkan ibu secara fisik dan mental untuk persalinan yang aman dan berhasil.
  • Mempersiapkan ibu untuk menghadapi masa nifas, pemberian ASI, dan perawatan bayi baru lahir.

Komponen ANC Esensial (10T Standar Pelayanan ANC):

  • Timbang berat badan dan ukur tinggi badan: Memantau status gizi dan risiko komplikasi.
  • Ukur tekanan darah: Skrining preeklamsia dan hipertensi kehamilan.
  • Ukur Lingkar Lengan Atas (LiLA): Menilai risiko KEK (Kurang Energi Kronis).
  • Ukur tinggi fundus uteri: Memantau pertumbuhan janin.
  • Penentuan status imunisasi TT: Melindungi ibu dan bayi dari tetanus.
  • Pemberian tablet tambah darah (minimal 90 tablet): Mencegah anemia.
  • Tes laboratorium: Skrining darah lengkap, golongan darah, Rhesus, gula darah, HbsAg, HIV, Sifilis.
  • Tatalaksana kasus: Penanganan sesuai hasil pemeriksaan.
  • Temu wicara (konseling): Edukasi gizi, persiapan persalinan, tanda bahaya, ASI, KB.
  • Pencatatan medis: Mendokumentasikan semua pemeriksaan dan intervensi.

Peran Perawat dalam ANC:

Perawat memiliki peran sentral dalam ANC, mulai dari melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, interpretasi hasil laboratorium, memberikan edukasi kesehatan, hingga mendukung ibu dalam membuat rencana persalinan. Perawat juga bertanggung jawab untuk mengidentifikasi tanda-tanda bahaya kehamilan dan melakukan rujukan jika diperlukan.

Bagian 2: Intranatal Care (INC) – Asuhan Selama Persalinan

Intranatal Care adalah asuhan yang diberikan kepada ibu selama proses persalinan hingga beberapa jam setelah melahirkan. Tujuan utamanya adalah memastikan persalinan yang aman bagi ibu dan bayi, meminimalkan risiko komplikasi, serta memberikan pengalaman persalinan yang positif.

Tahapan Persalinan:

  • Kala I (Pembukaan): Dimulai dari kontraksi yang teratur hingga pembukaan serviks lengkap (10 cm). Perawat memantau kemajuan persalinan, kontraksi, denyut jantung janin (DJJ), dan tanda vital ibu.
  • Kala II (Pengeluaran Janin): Dimulai dari pembukaan lengkap hingga bayi lahir. Perawat memberikan dukungan, memandu ibu untuk mengejan, dan menyiapkan peralatan persalinan.
  • Kala III (Pengeluaran Plasenta): Dimulai setelah bayi lahir hingga plasenta lahir lengkap. Perawat memantau tanda-tanda pelepasan plasenta dan memastikan tidak ada sisa plasenta.
  • Kala IV (Pengawasan Postpartum Dini): Dua jam setelah plasenta lahir. Perawat memantau kontraksi uterus, perdarahan, tanda vital ibu, dan kondisi umum ibu dan bayi untuk mencegah komplikasi seperti atonia uteri atau syok.

Pemantauan Intrapartum oleh Perawat:

  • Pemantauan Maternal: Tanda vital (TD, nadi, suhu, respirasi), kontraksi uterus (frekuensi, durasi, intensitas), tingkat nyeri, hidrasi, eliminasi.
  • Pemantauan Fetal: Denyut Jantung Janin (DJJ) secara berkala menggunakan Doppler atau CTG (Cardiotocography), warna cairan ketuban.
  • Dukungan Emosional: Memberikan kenyamanan, informasi, dan dukungan psikologis kepada ibu dan keluarga.
  • Manajemen Nyeri: Menganjurkan teknik relaksasi, posisi nyaman, masase, hingga kolaborasi pemberian analgetik.

Peran Perawat dalam INC:

Perawat berperan sebagai pendamping utama ibu selama persalinan. Ini meliputi pemantauan ketat, memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif, mengidentifikasi tanda-tanda kegawatdaruratan, membantu dalam proses persalinan normal, serta melakukan asuhan segera pada bayi baru lahir seperti inisiasi menyusu dini (IMD) dan pencegahan hipotermia.

Bagian 3: Tumbuh Kembang Anak – Membentuk Masa Depan

Tumbuh kembang anak adalah proses kompleks yang meliputi pertumbuhan (peningkatan ukuran fisik) dan perkembangan (peningkatan fungsi dan keterampilan). Pemantauan tumbuh kembang yang berkelanjutan penting untuk memastikan anak mencapai potensi maksimalnya dan mendeteksi dini penyimpangan.

Prinsip-prinsip Tumbuh Kembang:

  • Berlangsung secara teratur, berurutan, dan kontinu.
  • Memiliki pola yang sama, tetapi kecepatan berbeda pada setiap anak.
  • Meliputi aspek fisik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional.
  • Dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, nutrisi, stimulasi, dan kesehatan.

Tahapan dan Aspek Tumbuh Kembang:

  • Bayi (0-1 tahun):
    • Motorik Kasar: Mengangkat kepala, berguling, duduk, merangkak, berdiri.
    • Motorik Halus: Menggenggam, memindahkan benda, menjumput.
    • Bahasa: Mengoceh, menirukan suara, kata pertama.
    • Sosial-Emosional: Senyum sosial, mengenali wajah, berinteraksi.
  • Batita (1-3 tahun):
    • Motorik Kasar: Berjalan, berlari, naik tangga.
    • Motorik Halus: Mencoret, menyusun balok, makan sendiri.
    • Bahasa: Merangkai kata, kalimat sederhana.
    • Sosial-Emosional: Bermain paralel, meniru.
  • Prasekolah (3-6 tahun): Keterampilan sosial meningkat, bermain peran, mengendarai sepeda roda tiga.
  • Usia Sekolah (6-12 tahun): Keterampilan akademis, persahabatan, kemandirian.

Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang:

  • Genetik: Potensi bawaan.
  • Nutrisi: Asupan gizi yang adekuat sangat krusial, terutama ASI eksklusif.
  • Stimulasi: Interaksi aktif dengan lingkungan, bermain, berbicara.
  • Kesehatan: Bebas dari penyakit dan infeksi.
  • Lingkungan: Keamanan, kasih sayang, sosio-ekonomi.

Penilaian dan Skrining Tumbuh Kembang (KPSP):

Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) adalah alat yang sering digunakan di Indonesia untuk mendeteksi dini penyimpangan tumbuh kembang anak usia 0-6 tahun. Perawat berperan dalam melakukan skrining KPSP, menginterpretasikan hasilnya, dan memberikan intervensi atau rujukan jika ditemukan risiko atau penyimpangan.

Peran Perawat dalam Pemantauan Tumbuh Kembang:

Perawat bertanggung jawab dalam melakukan skrining tumbuh kembang secara rutin, memberikan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya stimulasi, nutrisi seimbang, imunisasi, dan menjaga kebersihan. Perawat juga menjadi garda terdepan dalam mengidentifikasi masalah tumbuh kembang dan merujuk anak ke spesialis yang tepat.

Kesimpulan

Asuhan maternitas dan anak merupakan spektrum pelayanan yang luas dan membutuhkan perawat yang kompeten dan berdedikasi. Dari memastikan kehamilan yang sehat melalui ANC, membimbing persalinan yang aman dengan INC, hingga memantau dan mendukung tumbuh kembang anak, peran perawat sangat vital. Dengan pemahaman yang mendalam tentang ketiga area ini, perawat dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup ibu dan generasi penerus bangsa.

Uji Pemahaman

#1
Seorang ibu hamil, Ny. Ani, G1P0A0, usia kehamilan 28 minggu, datang untuk kunjungan ANC. Hasil pemeriksaan menunjukkan TD 145/95 mmHg, terdapat edema pada kaki dan wajah, proteinuri +2. Ny. Ani mengeluh sakit kepala ringan dan pandangan kabur sesekali. Perawat harus segera mengambil tindakan. Apa tindakan prioritas perawat pada kasus Ny. Ani ini?
#2
Seorang ibu sedang dalam Kala I fase aktif persalinan. Hasil pemeriksaan VT menunjukkan pembukaan 7 cm, selaput ketuban utuh. Tiba-tiba ibu mengeluh nyeri punggung hebat dan merasakan dorongan untuk mengejan. Pada pemantauan, denyut jantung janin (DJJ) tampak deselerasi lambat dan memanjang. Apa evaluasi dan tindakan keperawatan yang paling tepat dilakukan perawat selanjutnya?
#3
Orang tua membawa anak mereka, Rian (2,5 tahun), ke posyandu untuk skrining tumbuh kembang. Hasil KPSP menunjukkan Rian belum bisa menyusun 3 kubus, belum bisa mengucapkan kalimat 2-3 kata, dan seringkali hanya bermain sendiri tanpa interaksi dengan anak lain. Secara fisik, Rian terlihat aktif dan nafsu makan baik. Berdasarkan hasil KPSP tersebut, apa rencana intervensi awal yang paling tepat dilakukan perawat?
#4
Seorang perawat komunitas melakukan kunjungan rumah kepada Ny. Sita yang baru saja melahirkan 3 minggu yang lalu. Bayinya lahir prematur pada usia kehamilan 34 minggu dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Selama kehamilan, Ny. Sita jarang melakukan kunjungan ANC karena kendala biaya dan transportasi. Perawat khawatir tentang risiko tumbuh kembang bayi di kemudian hari. Faktor risiko utama tumbuh kembang yang dapat diidentifikasi dari kasus bayi Ny. Sita dan bagaimana peran perawat dalam meminimalkannya?
#5
Di sebuah daerah terpencil, perawat sedang membantu persalinan seorang ibu yang mengalami partus macet karena janin terlalu besar (makrosomia). Ibu tampak kelelahan dan denyut jantung janin (DJJ) mulai melemah. Fasilitas rujukan terdekat sangat jauh dan membutuhkan waktu berjam-jam untuk sampai. Perawat tersebut memiliki pengetahuan dasar tentang manuver obstetri untuk mengatasi distosia bahu tetapi tidak memiliki izin resmi untuk melakukan prosedur invasif di luar lingkup praktiknya yang biasa. Apa keputusan etis dan tindakan terbaik yang harus diambil perawat dalam situasi kritis ini?