Kembali ke Katalog
KARIR KELAS UKOM

KMB: Kardiovaskular, Respirasi & Pencernaan

Pengantar: Peran Perawat dalam KMB Kardiovaskular, Respirasi, dan Pencernaan

Sebagai perawat profesional, pemahaman mendalam tentang sistem kardiovaskular, respirasi, dan pencernaan adalah krusial. Ketiga sistem ini saling berinteraksi dan memengaruhi kesehatan pasien secara keseluruhan. Dalam Keperawatan Medikal Bedah (KMB), Anda akan menghadapi berbagai kondisi patologis yang memengaruhi sistem-sistem ini, menuntut Anda untuk memiliki pengetahuan yang komprehensif mulai dari anatomi, fisiologi normal, hingga manifestasi klinis, penilaian keperawatan, dan intervensi yang tepat. Paket konten ini akan membimbing Anda memahami aspek-aspek penting dari ketiga sistem vital ini, mempersiapkan Anda untuk memberikan asuhan keperawatan yang kompeten dan holistik.

Sistem Kardiovaskular: Jantung sebagai Pusat Kehidupan

Anatomi dan Fisiologi Sistem Kardiovaskular

  • Jantung: Organ muskular berongga yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Terdiri dari empat ruang (dua atrium dan dua ventrikel) serta katup-katup yang memastikan aliran darah searah.
  • Pembuluh Darah: Arteri (membawa darah kaya oksigen dari jantung), vena (membawa darah miskin oksigen kembali ke jantung), dan kapiler (tempat pertukaran gas, nutrisi, dan limbah).
  • Sirkulasi Darah: Terbagi menjadi sirkulasi pulmonal (jantung-paru-jantung) dan sirkulasi sistemik (jantung-tubuh-jantung).
  • Fisiologi: Meliputi siklus jantung (sistol dan diastol), curah jantung (CO = HR x SV), tekanan darah, dan sistem konduksi jantung (SA node, AV node, berkas His, serabut Purkinje).

Penilaian Keperawatan pada Sistem Kardiovaskular

Penilaian meliputi:

  • Anamnesis: Riwayat penyakit saat ini (nyeri dada, palpitasi, dispnea, edema), riwayat penyakit dahulu (hipertensi, DM, dislipidemia), riwayat keluarga, gaya hidup (merokok, diet, aktivitas fisik).
  • Pemeriksaan Fisik: Inspeksi (warna kulit, distensi vena jugularis, edema), palpasi (nadi, thrill, pulsasi), perkusi (batas jantung), auskultasi (bunyi jantung S1, S2, murmur, gallop).
  • Pemeriksaan Diagnostik: EKG, rontgen dada, ekokardiografi, tes stres, angiografi, pemeriksaan laboratorium (troponin, CK-MB, lipid profil, elektrolit).

Masalah Keperawatan Umum dan Intervensi

  • Gagal Jantung (CHF): Penurunan kemampuan jantung memompa darah.
    • Intervensi: Pemberian diuretik, ACE inhibitor, beta-blocker; pembatasan cairan dan natrium; pemantauan tanda vital, berat badan, input/output; posisi semi-Fowler; edukasi pasien.
  • Penyakit Arteri Koroner (CAD): Penyempitan arteri koroner.
    • Intervensi: Pemberian antiangina, antiplatelet; modifikasi gaya hidup; edukasi tentang gejala nyeri dada dan penanganannya.
  • Hipertensi: Peningkatan tekanan darah persisten.
    • Intervensi: Pemberian antihipertensi; edukasi diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension), manajemen stres, olahraga teratur.
  • Aritmia: Gangguan irama jantung.
    • Intervensi: Pemantauan EKG; pemberian antiaritmia; persiapan kardioversi/defibrilasi jika diperlukan.

Sistem Respirasi: Napas Kehidupan

Anatomi dan Fisiologi Sistem Respirasi

  • Saluran Napas Atas: Hidung, faring, laring. Berfungsi menyaring, menghangatkan, dan melembapkan udara.
  • Saluran Napas Bawah: Trakea, bronkus, bronkiolus, alveoli. Tempat pertukaran gas terjadi di alveoli.
  • Paru-paru: Organ elastis yang terletak di rongga dada. Dilindungi oleh pleura.
  • Mekanisme Pernapasan: Inspirasi (kontraksi diafragma dan otot interkostal eksternal) dan ekspirasi (relaksasi otot).
  • Pertukaran Gas: Oksigen berdifusi dari alveoli ke kapiler, karbon dioksida berdifusi dari kapiler ke alveoli.

Penilaian Keperawatan pada Sistem Respirasi

Penilaian meliputi:

  • Anamnesis: Batuk (produktif/non-produktif, warna sputum), sesak napas (dispnea), nyeri dada, riwayat merokok, paparan alergen/iritan, riwayat vaksinasi.
  • Pemeriksaan Fisik: Inspeksi (bentuk dada, pola napas, penggunaan otot bantu napas, sianosis), palpasi (fremitus taktil, ekspansi dada), perkusi (bunyi resonan, dullness, hiper-resonansi), auskultasi (bunyi napas normal, adventisius seperti ronkhi, wheezing, krepitasi).
  • Pemeriksaan Diagnostik: Analisis Gas Darah (AGD), rontgen dada, CT scan, spirometri, kultur sputum, bronkoskopi.

Masalah Keperawatan Umum dan Intervensi

  • Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK): Obstruksi aliran udara progresif.
    • Intervensi: Pemberian bronkodilator, kortikosteroid; terapi oksigen; fisioterapi dada; edukasi berhenti merokok, teknik napas efektif (pursed-lip breathing).
  • Asma: Inflamasi kronis jalan napas dengan hiperresponsivitas.
    • Intervensi: Pemberian bronkodilator kerja cepat (rescue inhaler), kortikosteroid inhalasi; identifikasi dan hindari pemicu; edukasi penggunaan inhaler yang benar.
  • Pneumonia: Infeksi dan inflamasi paru-paru.
    • Intervensi: Pemberian antibiotik; menjaga hidrasi; fisioterapi dada; posisi semi-Fowler; pemantauan status pernapasan.
  • Gagal Napas Akut: Ketidakmampuan sistem respirasi mempertahankan pertukaran gas yang adekuat.
    • Intervensi: Dukungan ventilasi (non-invasif/invasif); optimasi oksigenasi; identifikasi dan atasi penyebab dasar.

Sistem Pencernaan: Fondasi Nutrisi Tubuh

Anatomi dan Fisiologi Sistem Pencernaan

  • Saluran Pencernaan: Mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus (duodenum, jejunum, ileum), usus besar (kolon, rektum, anus).
  • Organ Asesori: Gigi, lidah, kelenjar ludah, hati, kantung empedu, pankreas.
  • Proses Pencernaan: Ingesti, propulsi, pencernaan mekanik, pencernaan kimiawi, absorbsi, defekasi.
  • Fisiologi: Pergerakan peristaltik, sekresi enzim pencernaan (amilase, lipase, pepsin, tripsin), absorbsi nutrisi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air), pembentukan feses.

Penilaian Keperawatan pada Sistem Pencernaan

Penilaian meliputi:

  • Anamnesis: Nyeri abdomen, mual/muntah, perubahan pola BAB (diare, konstipasi, melena, hematochezia), disfagia, anoreksia, penurunan/peningkatan berat badan, riwayat konsumsi obat, riwayat penyakit (gastritis, ulkus, hepatitis).
  • Pemeriksaan Fisik: Inspeksi (distensi abdomen, asites, bekas luka), auskultasi (bising usus), perkusi (timpani, dullness), palpasi (nyeri tekan, massa, hepar/lien teraba).
  • Pemeriksaan Diagnostik: Endoskopi (gastroskopi, kolonoskopi), USG abdomen, CT scan, MRI, barium enema, pemeriksaan feses, pemeriksaan laboratorium (fungsi hati, amilase, lipase, elektrolit).

Masalah Keperawatan Umum dan Intervensi

  • Gastroesophageal Reflux Disease (GERD): Aliran balik asam lambung ke esofagus.
    • Intervensi: Pemberian antasida, H2 blocker, PPI; edukasi diet rendah lemak, hindari makanan pemicu, tidak berbaring setelah makan, elevasi kepala tempat tidur.
  • Gastritis/Ulkus Peptikum: Inflamasi/luka pada mukosa lambung/duodenum.
    • Intervensi: Pemberian PPI, antibiotik (jika H. pylori); edukasi diet sehat, hindari NSAID, alkohol, kafein; manajemen stres.
  • Inflammatory Bowel Disease (IBD - Crohn's Disease/Colitis Ulcerativa): Inflamasi kronis saluran cerna.
    • Intervensi: Pemberian kortikosteroid, imunosupresan; dukungan nutrisi (diet rendah serat saat eksaserbasi, suplementasi); pemantauan status cairan dan elektrolit.
  • Hepatitis: Inflamasi hati.
    • Intervensi: Istirahat, diet tinggi kalori protein sedang rendah lemak; pemantauan fungsi hati; edukasi pencegahan penularan.
  • Obstruksi Usus: Hambatan aliran isi usus.
    • Intervensi: Pemasangan NGT untuk dekompresi; terapi IV cairan elektrolit; persiapan pembedahan jika diperlukan; pemantauan bising usus dan distensi abdomen.

Interkoneksi Sistem dan Pendekatan Holistik dalam KMB

Penting untuk diingat bahwa sistem kardiovaskular, respirasi, dan pencernaan tidak bekerja secara terpisah. Contohnya:

  • Gagal jantung dapat menyebabkan edema paru (masalah respirasi) dan kongesti vena porta yang memengaruhi pencernaan.
  • Penyakit paru kronis dapat meningkatkan beban kerja jantung, menyebabkan cor pulmonale.
  • Malnutrisi akibat penyakit pencernaan kronis dapat melemahkan otot-otot pernapasan dan fungsi jantung.

Sebagai perawat, Anda harus menerapkan pendekatan holistik, mempertimbangkan bagaimana masalah di satu sistem dapat memengaruhi sistem lainnya. Penilaian yang cermat, diagnosis keperawatan yang akurat, perencanaan intervensi yang terkoordinasi, dan evaluasi berkelanjutan adalah kunci untuk memberikan asuhan yang optimal.

Kesimpulan

Memahami sistem kardiovaskular, respirasi, dan pencernaan adalah inti dari praktik keperawatan medikal bedah. Dengan menguasai anatomi, fisiologi, penilaian, dan intervensi yang terkait, Anda akan mampu mengidentifikasi masalah, merencanakan asuhan yang efektif, dan berkontribusi secara signifikan terhadap pemulihan dan kualitas hidup pasien. Teruslah belajar dan mengasah keterampilan Anda untuk menjadi perawat yang kompeten dan berempati.

Uji Pemahaman

#1
Seorang pasien laki-laki berusia 65 tahun dengan riwayat gagal jantung kongestif (CHF) dirawat dengan keluhan sesak napas yang memburuk, ortopnea, dan edema pada ekstremitas bawah. Saat dilakukan pemeriksaan fisik, perawat menemukan adanya krepitasi bilateral pada dasar paru dan distensi vena jugularis. Perawat merencanakan intervensi pemberian diuretik intravena. Apa yang harus menjadi prioritas utama perawat dalam memantau respons pasien terhadap diuretik, mengingat riwayat CHF dan manifestasi klinisnya?
#2
Seorang pasien perempuan berusia 50 tahun dengan riwayat asma bronkial dirawat di unit gawat darurat dengan serangan asma akut. Pasien menunjukkan dispnea berat, wheezing nyaring, dan penggunaan otot bantu napas. Setelah pemberian bronkodilator nebulizer, perawat mengamati bahwa wheezing pasien berkurang dan dia tampak lebih nyaman. Namun, beberapa menit kemudian, pasien tiba-tiba merasa sangat lelah, berbicara dengan suara yang sangat pelan, dan wheezingnya hampir tidak terdengar lagi. Interpretasi perawat terhadap perubahan kondisi pasien ini adalah:
#3
Seorang pasien laki-laki berusia 40 tahun datang dengan keluhan nyeri epigastrium yang membakar, terutama setelah makan makanan pedas dan saat berbaring. Pasien juga melaporkan sering merasa asam naik ke tenggorokan. Setelah beberapa intervensi non-farmakologi, keluhan pasien masih berlanjut. Dokter meresepkan Proton Pump Inhibitor (PPI). Sebagai perawat, edukasi penting apa yang harus Anda berikan kepada pasien terkait penggunaan PPI ini untuk efektivitas optimal dan pemantauan jangka panjang?
#4
Seorang perawat sedang mengevaluasi pasien dengan PPOK yang sedang menggunakan oksigen nasal kanul 2 L/menit. Pasien tiba-tiba menjadi lebih mengantuk, sulit dibangunkan, dan laju pernapasannya menurun menjadi 8 kali per menit dari sebelumnya 16 kali per menit. Perawat segera mematikan aliran oksigen. Mengapa tindakan perawat mematikan oksigen (sementara) dapat dibenarkan dalam situasi ini?
#5
Seorang pasien pasca-operasi reseksi usus besar dirawat dengan colostomy baru. Perawat sedang mengedukasi pasien tentang perawatan stoma. Pasien menyatakan kekhawatiran tentang 'bau busuk' yang mungkin keluar dari stoma dan bagaimana hal itu akan memengaruhi kehidupan sosialnya. Selain instruksi tentang penggantian kantong dan kebersihan, intervensi edukasi tambahan apa yang paling penting untuk mengatasi kekhawatiran pasien tentang bau dan membantu adaptasi psikososialnya?