Kembali ke Katalog
KARIR KELAS UKOM

Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil (ANC)

Modul Pembelajaran: Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil (ANC)

Modul Pembelajaran Lengkap: Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil (ANC)

Pendahuluan

Selamat datang di modul pembelajaran Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil (ANC). Modul ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya dan praktik asuhan antenatal yang komprehensif. Asuhan antenatal atau pemeriksaan kehamilan adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil selama masa kehamilan. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan janin, mendeteksi dini komplikasi yang mungkin timbul, serta mempersiapkan ibu menghadapi persalinan dan masa nifas.

Pelayanan ANC yang berkualitas sangat krusial dalam upaya penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Melalui modul ini, Anda akan mempelajari konsep dasar, komponen penting, jadwal kunjungan, serta aspek-aspek lain yang relevan dalam memberikan asuhan kebidanan yang holistik dan berpusat pada pasien. Mari kita selami lebih dalam dunia asuhan antenatal ini.

Tujuan Pembelajaran

Setelah menyelesaikan modul ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami dan menjelaskan konsep dasar asuhan kebidanan pada ibu hamil (ANC).
  • Mengidentifikasi dan menerapkan komponen-komponen standar asuhan ANC sesuai pedoman yang berlaku.
  • Menyusun dan melaksanakan jadwal kunjungan ANC yang efektif dan sesuai kebutuhan ibu hamil.
  • Melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang yang relevan selama kunjungan ANC.
  • Memberikan pendidikan kesehatan (edukasi) yang tepat kepada ibu hamil dan keluarganya.
  • Melakukan pendokumentasian asuhan ANC secara akurat dan lengkap.

Materi Pokok

1. Konsep Dasar Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil (ANC)

Asuhan Antenatal Care (ANC) adalah serangkaian perawatan kesehatan yang diberikan kepada wanita hamil sejak awal kehamilan hingga persalinan. Perawatan ini mencakup pemeriksaan, pemantauan, pendidikan, dan intervensi medis jika diperlukan.

Tujuan Utama ANC:

  • Mengenali dan mengatasi masalah kesehatan yang dapat membahayakan ibu dan janin.
  • Mencegah komplikasi kehamilan, persalinan, dan nifas.
  • Mempersiapkan ibu secara fisik dan mental untuk persalinan yang aman.
  • Mempersiapkan ibu untuk memberikan ASI eksklusif dan perawatan bayi.
  • Mendeteksi kehamilan risiko tinggi dan melakukan rujukan tepat waktu.

Prinsip Dasar ANC:

  • Berkesinambungan: Perawatan yang terencana dan teratur selama kehamilan.
  • Holistik: Meliputi aspek fisik, mental, sosial, dan spiritual ibu.
  • Berpusat pada Ibu: Memprioritaskan kebutuhan dan preferensi ibu hamil.
  • Berbasis Bukti: Menggunakan praktik terbaik yang didukung penelitian.
  • Deteksi Dini dan Pencegahan: Mengidentifikasi risiko dan mencegah komplikasi.

2. Komponen Asuhan ANC (10T Standar Pelayanan Antenatal)

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menetapkan standar pelayanan antenatal yang dikenal sebagai 10T. Ini adalah komponen esensial yang harus diberikan pada setiap kunjungan ANC.

  • T1: Timbang Berat Badan dan Ukur Tinggi Badan.

    Digunakan untuk mengidentifikasi risiko kurang energi kronis (KEK) dan memantau status gizi ibu selama kehamilan.

  • T2: Ukur Tekanan Darah.

    Penting untuk mendeteksi dini hipertensi gestasional atau preeklampsia, yang dapat membahayakan ibu dan janin.

  • T3: Ukur Tinggi Fundus Uteri (TFU).

    Untuk memperkirakan usia kehamilan dan pertumbuhan janin, serta mendeteksi kelainan pertumbuhan.

  • T4: Pemberian Tablet Tambah Darah (Fe).

    Ibu hamil diberikan minimal 90 tablet Fe untuk mencegah dan mengatasi anemia defisiensi zat besi.

  • T5: Imunisasi Tetanus Toksoid (TT).

    Untuk melindungi ibu dan bayi baru lahir dari tetanus neonatorum. Diberikan sesuai status imunisasi TT ibu sebelumnya.

  • T6: Pemberian Edukasi/Temu Wicara (Konseling).

    Meliputi informasi gizi, tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, ASI eksklusif, dan kontrasepsi pasca persalinan.

  • T7: Tatalaksana Kasus/Pengobatan.

    Penanganan cepat terhadap masalah atau komplikasi yang ditemukan selama pemeriksaan, seperti infeksi saluran kemih, anemia berat, atau penyakit lainnya.

  • T8: Tes Laboratorium Sederhana (dan atau sesuai indikasi).

    Meliputi pemeriksaan golongan darah, kadar hemoglobin (Hb), pemeriksaan urine protein, gula darah, HBsAg, dan VDRL/Rapid Test HIV sesuai kebijakan dan risiko.

  • T9: Tata Laksana/Rujuk.

    Jika ditemukan kondisi risiko tinggi atau komplikasi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, ibu akan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.

  • T10: Tindakan Khusus/Pencegahan (Pemberian Kelambu Berinsektisida).

    Sesuai area endemis malaria, ibu hamil diberikan kelambu berinsektisida untuk mencegah malaria. Dapat juga meliputi pencegahan lain sesuai kondisi lokal.

  • 3. Jadwal Kunjungan ANC

    Sesuai pedoman terbaru Kementerian Kesehatan, rekomendasi minimal kunjungan ANC adalah 6 kali selama masa kehamilan, dengan rincian sebagai berikut:

    • Trimester Pertama (0-12 minggu): Minimal 2 kali kunjungan. Fokus pada penentuan usia kehamilan, deteksi dini risiko, dan edukasi awal.
    • Trimester Kedua (13-28 minggu): Minimal 2 kali kunjungan. Pemantauan pertumbuhan janin, deteksi komplikasi, dan pemberian imunisasi TT.
    • Trimester Ketiga (29-40 minggu): Minimal 2 kali kunjungan. Pemantauan ketat menjelang persalinan, persiapan persalinan, dan deteksi tanda bahaya.

    Idealnya, kunjungan ANC dilakukan lebih sering jika ada faktor risiko atau komplikasi.

    4. Pemeriksaan Fisik dan Penunjang dalam ANC

    Selama kunjungan ANC, bidan akan melakukan berbagai pemeriksaan untuk memantau kesehatan ibu dan janin:

    • Pemeriksaan Fisik Umum:
      • Inspeksi (wajah, mata, mulut, leher, ekstremitas).
      • Palpasi (pemeriksaan kelenjar tiroid, payudara, abdomen).
      • Auskultasi (bunyi jantung, paru-paru).
    • Pemeriksaan Obstetri:
      • Palpasi Leopold (menentukan posisi dan letak janin).
      • Auskultasi Denyut Jantung Janin (DJJ).
      • Pemeriksaan dalam (jika ada indikasi, misalnya menjelang persalinan atau keluhan tertentu).
    • Pemeriksaan Laboratorium:
      • Hemoglobin (Hb) untuk deteksi anemia.
      • Golongan darah dan Rhesus.
      • Urinalisis (protein urine untuk preeklampsia, glukosa urine untuk diabetes gestasional).
      • Tes infeksi menular seksual (HIV, Sifilis, Hepatitis B).
      • USG (Ultrasonografi) sesuai indikasi untuk konfirmasi usia kehamilan, pertumbuhan janin, dan deteksi anomali.

    5. Pendidikan Kesehatan (Edukasi) Ibu Hamil

    Edukasi adalah bagian integral dari ANC. Informasi yang jelas dan akurat memberdayakan ibu untuk membuat keputusan yang tepat. Topik edukasi meliputi:

    • Gizi Seimbang: Pentingnya nutrisi yang cukup untuk ibu dan janin, suplementasi vitamin dan mineral.
    • Tanda Bahaya Kehamilan: Pendarahan, sakit kepala hebat, pandangan kabur, bengkak pada wajah/tangan, nyeri perut hebat, gerak janin berkurang.
    • Persiapan Persalinan: Tanda-tanda persalinan, lokasi persalinan, pendamping, persiapan perlengkapan bayi.
    • Manfaat dan Teknik Menyusui: ASI eksklusif, posisi menyusui yang benar.
    • Perawatan Diri selama Kehamilan: Kebersihan, istirahat cukup, olahraga ringan, hindari rokok/alkohol/obat terlarang.
    • Keluarga Berencana Pasca Persalinan: Metode kontrasepsi yang tersedia.
    • Tanda Bahaya Nifas dan Bayi Baru Lahir.

    6. Pendokumentasian Asuhan ANC

    Setiap tindakan dan hasil pemeriksaan harus didokumentasikan dengan lengkap, akurat, dan sistematis. Pendokumentasian berfungsi sebagai:

    • Bukti Hukum: Perlindungan bagi bidan dan pasien.
    • Media Komunikasi: Antar tenaga kesehatan dalam tim.
    • Sumber Informasi: Untuk evaluasi dan perencanaan asuhan selanjutnya.
    • Alat Pengambilan Keputusan: Untuk manajemen kasus.

    Bidan dapat menggunakan berbagai format pendokumentasian, seperti SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Plan) atau SOAPIED (Evaluasi dan Discharge). Pastikan setiap dokumen mudah diakses, terjaga kerahasiaannya, dan sesuai dengan standar praktik kebidanan.

    Penutup

    Modul ini telah membahas secara komprehensif mengenai Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil (ANC), mulai dari konsep dasar, komponen pelayanan, jadwal kunjungan, pemeriksaan, hingga aspek edukasi dan pendokumentasian. Memahami dan menerapkan materi ini dengan baik akan sangat membantu Anda dalam memberikan asuhan yang berkualitas, aman, dan berkesinambungan bagi ibu hamil. Ingatlah bahwa setiap ibu hamil adalah individu yang unik, dan asuhan yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifiknya. Teruslah belajar dan tingkatkan kompetensi Anda demi kesehatan ibu dan generasi penerus bangsa.

    Uji Pemahaman

    #1
    Seorang bidan melakukan kunjungan antenatal pertama pada Ny. W, usia kehamilan 10 minggu. Dari hasil anamnesis, Ny. W belum pernah mendapatkan imunisasi Tetanus Toxoid (TT) sama sekali. Tindakan esensial yang harus diberikan bidan terkait status imunisasi Ny. W adalah?
    #2
    Ny. D, G1P0A0, usia kehamilan 32 minggu, datang dengan keluhan sesak napas ringan dan merasa cepat lelah saat melakukan aktivitas ringan. Hasil pemeriksaan fisik: TD 120/80 mmHg, Nadi 8x/menit, RR 20x/menit. Konjungtiva sedikit anemis. TFU sesuai usia kehamilan. Tindakan awal yang paling tepat dilakukan bidan adalah?
    #3
    Perubahan fisiologis pada sistem kardiovaskular ibu hamil yang normal terjadi pada trimester kedua adalah peningkatan volume darah sekitar 40-50% dan curah jantung. Apa dampak fisiologis yang sering dikeluhkan ibu hamil akibat perubahan ini?
    #4
    Ny. E, G2P1A0, usia kehamilan 28 minggu, datang untuk kunjungan ANC rutin. Pada pemeriksaan Leopold I, didapatkan hasil fundus uteri teraba bulat, lunak, tidak melenting. Pada Leopold II, teraba punggung janin di sebelah kiri. Berapakah perkiraan tinggi fundus uteri (TFU) normal pada usia kehamilan 28 minggu?
    #5
    Seorang ibu hamil, Ny. L, usia kehamilan 38 minggu, datang ke bidan dengan keluhan keluar cairan jernih dari jalan lahir sejak 2 jam yang lalu, tidak disertai nyeri. Hasil pemeriksaan: kontraksi belum ada, DJJ 140x/menit, pembukaan serviks belum ada. Tindakan awal yang paling tepat dilakukan bidan adalah?