Kembali ke Katalog
KARIR KELAS UKOM

Asuhan Kebidanan Nifas & Menyusui (PNC)

Modul Materi Pembelajaran: Asuhan Kebidanan Nifas & Menyusui (PNC)

MODUL MATERI PEMBELAJARAN LENGKAP
Asuhan Kebidanan Nifas & Menyusui (PNC)

Selamat datang dalam modul pembelajaran Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui (Postnatal Care/PNC). Sebagai seorang bidan, memahami dan mampu memberikan asuhan yang komprehensif pada masa nifas adalah krusial untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan ibu serta bayi. Periode nifas adalah masa transisi yang penting, di mana tubuh ibu mengalami pemulihan setelah melahirkan dan memulai perjalanan menyusui.

Modul ini akan membahas secara mendalam definisi, fisiologi, asuhan nifas normal, pentingnya asuhan menyusui, serta tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspadai. Dengan menguasai materi ini, Anda diharapkan mampu memberikan pelayanan kebidanan nifas dan menyusui yang profesional, humanis, dan berbasis bukti.

1. Pengertian Masa Nifas (Puerperium)

Masa nifas atau puerperium adalah periode dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir kira-kira 6 minggu (42 hari) setelah persalinan. Selama periode ini, organ reproduksi ibu, terutama uterus, secara bertahap kembali ke keadaan sebelum hamil. Masa ini juga merupakan periode krusial bagi ibu untuk menyesuaikan diri dengan peran barunya sebagai seorang ibu dan untuk memulai proses menyusui.

2. Fisiologi Masa Nifas

Berbagai perubahan fisiologis terjadi pada tubuh ibu selama masa nifas, meliputi:

  • Involusi Uterus: Proses kembalinya uterus ke ukuran dan fungsi sebelum hamil. Kontraksi uterus sangat penting untuk mencegah perdarahan post partum. Tinggi fundus uteri (TFU) akan menurun sekitar 1-2 cm setiap hari setelah persalinan. Pada hari ke-10, uterus biasanya tidak teraba di atas simfisis pubis.
  • Lochea: Merupakan cairan ekskresi dari vagina selama masa nifas yang terdiri dari darah, jaringan desidua, lendir, dan bakteri.
    • Lochea Rubra: Berwarna merah kehitaman, terdiri dari darah segar, sisa-sisa selaput ketuban, sel desidua, verniks kaseosa, lanugo, dan mekonium. Berlangsung 1-3 hari post partum.
    • Lochea Sanguinolenta: Berwarna merah kekuningan bercampur lendir. Berlangsung hari ke-3 sampai ke-7 post partum.
    • Lochea Serosa: Berwarna kuning kecoklatan, mengandung serum, leukosit, dan robekan plasenta. Berlangsung hari ke-7 sampai ke-14 post partum.
    • Lochea Alba: Berwarna putih, mengandung leukosit, sel desidua, sel epitel, dan mikroorganisme. Berlangsung setelah 2 minggu dan dapat berlanjut hingga 6 minggu post partum.
  • Perineum: Akan mengalami penyembuhan luka episiotomi atau laserasi. Penting untuk menjaga kebersihan area perineum.
  • Sistem Endokrin: Penurunan kadar estrogen dan progesteron secara drastis setelah persalinan, serta peningkatan kadar prolaktin bagi ibu menyusui.
  • Sistem Perkemihan: Bisa terjadi disfungsi kandung kemih sementara akibat trauma persalinan.
  • Sistem Gastrointestinal: Penurunan motilitas usus, bisa menyebabkan konstipasi.
  • Perubahan Payudara: Dimulainya produksi ASI (laktogenesis).

3. Asuhan Nifas Normal

Asuhan nifas yang berkualitas sangat penting untuk memantau kesehatan ibu dan bayi, serta mendeteksi dini komplikasi. Kunjungan nifas yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Kunjungan I (6 jam - 3 hari post partum): Fokus pada pencegahan perdarahan post partum, deteksi dini komplikasi, dan inisiasi menyusui dini (IMD).
  • Kunjungan II (hari ke-4 - 28 post partum): Memastikan involusi uterus berjalan baik, menilai fungsi menyusui, dan penanganan masalah yang mungkin timbul.
  • Kunjungan III (hari ke-29 - 42 post partum): Menilai kesehatan ibu secara menyeluruh, memastikan ibu menyusui dengan baik, dan memberikan konseling Keluarga Berencana (KB).

3.1. Pemeriksaan Fisik Rutin

Setiap kunjungan nifas harus mencakup pemeriksaan fisik yang meliputi:

  • Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital: Tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan.
  • Pemeriksaan Payudara: Adanya bendungan ASI, puting lecet, produksi ASI.
  • Pemeriksaan Abdomen: Tinggi Fundus Uteri (TFU), kontraksi uterus, luka operasi (jika SC).
  • Pemeriksaan Lochea: Warna, jumlah, bau, dan adanya gumpalan darah.
  • Pemeriksaan Perineum: Adanya edema, hematoma, tanda-tanda infeksi pada luka jahitan.
  • Pemeriksaan Ekstremitas: Adanya edema, varises, tanda tromboflebitis (Homan's sign).
  • Eliminasi: Pola buang air kecil dan buang air besar.

3.2. Edukasi dan Konseling

Edukasi pada masa nifas mencakup berbagai aspek penting:

  • Gizi Seimbang: Anjurkan ibu untuk mengonsumsi makanan bergizi dan cukup cairan, terutama bagi ibu menyusui.
  • Istirahat Cukup: Tidur yang cukup sangat penting untuk pemulihan fisik dan mental ibu.
  • Personal Hygiene: Menjaga kebersihan diri, terutama area genital, untuk mencegah infeksi. Ganti pembalut secara teratur.
  • Ambulasi Dini: Menganjurkan ibu untuk bergerak dan berjalan secara bertahap setelah persalinan untuk mencegah komplikasi seperti trombosis vena dalam.
  • Senam Nifas: Latihan fisik ringan untuk menguatkan otot panggul dan perut.
  • Hubungan Seksual: Edukasi mengenai kapan aman untuk kembali berhubungan seksual (umumnya setelah lochea berhenti dan luka perineum sembuh total, sekitar 6 minggu).
  • Keluarga Berencana (KB): Memberikan informasi tentang metode KB yang sesuai, terutama bagi ibu menyusui.
  • Tanda-tanda Bahaya Nifas: Ibu dan keluarga harus mampu mengenali tanda-tanda bahaya agar segera mencari pertolongan medis.
    Tanda-tanda ini meliputi: demam tinggi, perdarahan hebat dari vagina (lebih dari 2 pembalut penuh dalam 1 jam), nyeri perut bagian bawah yang hebat, bau busuk pada lochea, bengkak, kemerahan, atau nyeri pada payudara (bisa jadi mastitis), nyeri, bengkak, atau kemerahan pada kaki (tromboflebitis), sakit kepala hebat, pandangan kabur, atau kejang.

4. Asuhan Menyusui

Menyusui adalah salah satu aspek terpenting dalam asuhan nifas. ASI adalah nutrisi terbaik untuk bayi dan memiliki banyak manfaat bagi ibu.

4.1. Manfaat ASI

  • Untuk Bayi: Sumber nutrisi lengkap, meningkatkan kekebalan tubuh (antibodi), mengurangi risiko alergi, diare, dan infeksi, mendukung perkembangan otak dan emosi.
  • Untuk Ibu: Membantu involusi uterus, mengurangi risiko perdarahan post partum, mengurangi risiko kanker payudara dan ovarium, membantu menurunkan berat badan, mempererat ikatan ibu dan bayi.

4.2. Teknik Menyusui yang Benar

Penting untuk mengajarkan ibu posisi dan pelekatan yang benar agar bayi mendapatkan ASI secara optimal dan mencegah puting lecet.

  • Posisi Menyusui: Ibu nyaman, bayi menghadap payudara ibu (perut bayi menempel pada perut ibu), kepala dan badan bayi lurus, telinga dan bahu bayi sejajar.
  • Pelekatan (Latching) yang Benar: Mulut bayi terbuka lebar, bibir bawah bayi terlipat keluar, dagu bayi menempel pada payudara ibu, areola masuk sebanyak mungkin ke dalam mulut bayi. Bayi mengisap dengan kuat dan teratur, terdengar suara menelan.

4.3. Masalah Umum Menyusui dan Penanganannya

  • Puting Lecet: Sering disebabkan oleh pelekatan yang salah. Koreksi posisi dan pelekatan, oleskan sedikit ASI pada puting setelah menyusui.
  • Payudara Bengkak: Akibat penumpukan ASI. Kompres hangat, pijat lembut, dan susui bayi lebih sering.
  • Saluran ASI Tersumbat: Teraba benjolan nyeri. Kompres hangat, pijat, dan susui dari payudara yang tersumbat terlebih dahulu.
  • Mastitis: Infeksi pada payudara, disertai demam. Perlu penanganan medis segera (antibiotik). Tetap susui bayi dari payudara yang terkena jika memungkinkan.
  • Produksi ASI Kurang: Tingkatkan frekuensi menyusui, pastikan hidrasi dan nutrisi ibu cukup.

5. Dokumentasi Asuhan Nifas

Setiap asuhan yang diberikan harus didokumentasikan dengan baik. Dokumentasi yang akurat dan lengkap sangat penting untuk kesinambungan asuhan, evaluasi, dan sebagai bukti legal. Format dokumentasi yang umum digunakan adalah SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Plan).

Kesimpulan

Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui adalah komponen integral dari pelayanan kesehatan ibu dan anak. Pemberian asuhan yang komprehensif, mulai dari pemantauan fisiologis, edukasi, deteksi dini komplikasi, hingga dukungan menyusui, akan sangat menentukan kualitas kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi. Sebagai bidan, peran Anda sangat vital dalam memberikan bimbingan dan dukungan kepada ibu pada masa penting ini. Pastikan untuk selalu memperbarui pengetahuan dan keterampilan Anda agar dapat memberikan asuhan terbaik.

Semoga modul ini bermanfaat sebagai panduan Anda dalam memahami dan mengimplementasikan Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui dengan optimal.

Uji Pemahaman

#1
Seorang ibu, Ny. S, usia 27 tahun, melahirkan anak pertamanya 5 hari yang lalu di PMB. Saat kunjungan nifas, ibu mengeluh nyeri pada jahitan perineumnya dan khawatir lukanya belum sembuh. Dari pemeriksaan, didapatkan lochea berwarna merah muda kecoklatan, TFU pertengahan pusat-simpisis. Ibu belum berani BAB karena takut jahitannya robek. Apakah jenis lochea yang normal ditemukan pada Ny. S berdasarkan hari post-partumnya?
#2
Ny. T, 30 tahun, P2A0, melahirkan 2 jam yang lalu. Ibu mengeluh ASI belum keluar dan khawatir tidak bisa menyusui bayinya. Bidan menjelaskan bahwa kondisi ini normal dan memberikan edukasi tentang ASI awal. Apakah nama cairan ASI yang pertama kali keluar dan kaya akan antibodi?
#3
Seorang bidan melakukan kunjungan nifas pada Ny. W, 25 tahun, hari ke-2 post-partum. Saat pemeriksaan, bidan menemukan TFU setinggi 1 jari di bawah pusat, kontraksi uterus baik, dan lochea rubra. Ibu menyatakan merasa sangat lelah dan lebih suka tidur serta meminta semua kebutuhan bayinya diurus oleh keluarga. Apakah fase adaptasi psikologis yang dialami Ny. W saat ini?
#4
Ny. X, 32 tahun, P1A0, datang ke PMB pada hari ke-7 post-partum dengan keluhan puting payudara kiri lecet dan nyeri hebat saat menyusui. Bayi tampak rewel dan sering tidak puas setelah menyusu. Bidan melakukan observasi saat menyusui. Apakah penyebab paling umum dari puting lecet pada ibu menyusui?
#5
Seorang bidan sedang memberikan konseling KB pada Ny. Y, 35 tahun, P3A0, yang baru melahirkan 6 minggu yang lalu. Ibu menyatakan ingin menunda kehamilan berikutnya tetapi ingin tetap menyusui bayinya secara eksklusif. Metode kontrasepsi apakah yang paling tepat dan aman untuk Ny. Y saat ini, mengingat ia menyusui eksklusif?