Kembali ke Katalog
KARIR KELAS UKOM

Teknologi Sediaan Farmasi: Solid & Semisolid

MODUL PEMBELAJARAN: TEKNOLOGI SEDIAAN FARMASI: SOLID & SEMISOLID

Selamat datang di modul pembelajaran "Teknologi Sediaan Farmasi: Solid & Semisolid". Sebagai seorang farmasis atau calon farmasis, pemahaman mendalam tentang formulasi dan karakteristik sediaan farmasi adalah krusial. Modul ini akan membimbing Anda melalui prinsip-prinsip dasar, jenis-jenis, dan aspek penting dalam pengembangan serta produksi sediaan obat dalam bentuk padat (solid) dan setengah padat (semisolid). Pemilihan bentuk sediaan yang tepat sangat mempengaruhi efektivitas terapi, stabilitas obat, bioavailabilitas, dan kepatuhan pasien. Mari kita selami lebih dalam dunia formulasi farmasi ini.

I. SEDIAAN SOLID (PADAT)

Sediaan solid merupakan bentuk sediaan farmasi yang paling umum dan banyak digunakan. Karakteristik utama sediaan ini adalah kekokohan fisiknya yang memberikan keuntungan signifikan dalam hal stabilitas, dosis yang akurat, dan kemudahan penggunaan.

Definisi Sediaan Solid
Sediaan solid adalah formulasi obat yang memiliki bentuk padat pada suhu kamar. Bentuk ini bisa berupa satu unit dosis tunggal (misalnya tablet atau kapsul) atau sebagai kumpulan partikel (misalnya serbuk atau granul) yang kemudian dapat diukur atau dibentuk menjadi unit dosis.

Keunggulan Sediaan Solid

  • Stabilitas Lebih Baik: Umumnya lebih stabil terhadap degradasi kimia dan mikrobiologi dibandingkan sediaan cair atau semisolid karena aktivitas air yang rendah.
  • Dosis Akurat: Mudah diformulasikan untuk memberikan dosis obat yang sangat presisi per unit, mengurangi risiko overdosis atau underdosis.
  • Kemudahan Penggunaan: Mudah dibawa, disimpan, dan diberikan oleh pasien secara mandiri.
  • Produksi Massal Efisien: Proses produksi seringkali dapat diskalakan untuk volume besar dengan biaya yang relatif rendah per unit.
  • Masking Rasa: Tablet berlapis atau kapsul dapat menyembunyikan rasa dan bau obat yang tidak menyenangkan.

Jenis-jenis Sediaan Solid

A. Tablet

Tablet adalah bentuk sediaan solid yang mengandung satu atau lebih zat aktif dengan atau tanpa bahan tambahan, dibuat dengan cara pengempaan atau kompresi, dan umumnya dimaksudkan untuk pemberian oral. Ini adalah bentuk sediaan yang paling populer.

  • Keunggulan: Dosis akurat, stabil, mudah dikemas dan diangkut, dapat dimodifikasi pelepasan zat aktifnya (misalnya lepas lambat, salut enterik).
  • Metode Pembuatan Utama:
    • Granulasi Basah: Melibatkan penggunaan larutan pengikat untuk membentuk granul, lalu dikeringkan dan dikempa. Cocok untuk bahan yang kurang kompresibel.
    • Granulasi Kering (Sluging/Roller Compaction): Bahan dikempa menjadi "slug" atau lembaran, dihancurkan menjadi granul, lalu dikempa lagi. Digunakan untuk bahan yang sensitif terhadap panas atau lembab.
    • Kempa Langsung: Bahan aktif dan eksipien dicampur kering dan langsung dikempa. Paling sederhana, tetapi membutuhkan bahan yang memiliki sifat alir dan kompresibilitas yang baik.

B. Kapsul

Kapsul adalah sediaan solid dengan cangkang keras atau lunak yang mengandung satu atau lebih zat aktif. Cangkang umumnya terbuat dari gelatin, tetapi bahan lain seperti HPMC (hydroxypropyl methylcellulose) juga digunakan.

  • Keunggulan: Menutupi rasa dan bau obat yang tidak enak, mudah ditelan, kecepatan absorbsi obat seringkali lebih cepat daripada tablet, dapat dicampur dengan berbagai bentuk (serbuk, granul, pelet, cairan).
  • Jenis-jenis:
    • Kapsul Keras (Hard Gelatin Capsules): Terdiri dari dua bagian (badan dan tutup) yang diisi dengan serbuk, granul, atau pelet.
    • Kapsul Lunak (Soft Gelatin Capsules): Cangkang lebih tebal dan elastis, biasanya disegel, cocok untuk cairan atau suspensi minyak.

C. Serbuk

Serbuk adalah campuran homogen dua atau lebih bahan obat yang dihaluskan. Serbuk dapat digunakan secara internal (oral) maupun eksternal (topikal).

  • Keunggulan: Fleksibilitas dosis (dapat diukur sesuai kebutuhan), cepat larut/terdispersi, cocok untuk pasien yang sulit menelan tablet/kapsul.
  • Jenis-jenis: Serbuk tabur, serbuk oral (terbagi atau tidak terbagi), serbuk effervescent.

D. Granul

Granul adalah agregat partikel serbuk yang dibentuk menjadi gumpalan kecil, biasanya dengan ukuran antara 0.2 mm hingga 4.0 mm. Granul seringkali merupakan bentuk intermediet dalam pembuatan tablet atau kapsul.

  • Keunggulan: Sifat alir lebih baik daripada serbuk halus, mengurangi segregasi komponen campuran, meningkatkan kompresibilitas, mengurangi masalah debu saat produksi.
  • Pembuatan: Umumnya melalui proses granulasi basah atau kering.

II. SEDIAAN SEMISOLID (SETENGAH PADAT)

Sediaan semisolid adalah formulasi yang memiliki konsistensi di antara cairan dan padatan, dimaksudkan untuk aplikasi pada kulit atau membran mukosa. Sediaan ini umumnya bekerja secara lokal.

Definisi Sediaan Semisolid
Sediaan semisolid adalah formulasi obat topikal yang memiliki konsistensi lunak, tidak mengalir pada suhu kamar, dan umumnya digunakan untuk efek lokal pada kulit atau membran mukosa.

Keunggulan Sediaan Semisolid

  • Aplikasi Lokal: Zat aktif dihantarkan langsung ke lokasi target, meminimalkan efek sistemik yang tidak diinginkan.
  • Hidrasi Kulit: Beberapa basis semisolid dapat membantu melembabkan atau melembutkan kulit.
  • Perlindungan Kulit: Dapat membentuk lapisan pelindung di atas kulit, melindungi dari iritasi atau infeksi.
  • Kemudahan Penggunaan: Mudah dioleskan dan relatif aman digunakan oleh pasien.

Jenis-jenis Sediaan Semisolid

A. Salep (Ointment)

Salep adalah sediaan semisolid yang ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau membran mukosa, dengan basis yang umumnya berlemak atau berminyak, bersifat oklusif dan emolien.

  • Karakteristik: Konsistensi kental, lengket, dan umumnya hidrofobik. Dapat memberikan efek oklusif yang kuat, mempertahankan kelembaban kulit.
  • Klasifikasi Basis Salep:
    • Basis Hidrokarbon (Oleaginous): Vaselin, parafin. Bersifat sangat oklusif, emolien, stabil, dan hidrofobik. Sulit dicuci dengan air.
    • Basis Absorpsi: Lanolin anhidrat, cold cream. Dapat menyerap sejumlah kecil air.
    • Basis Emulsi Minyak dalam Air (M/A): Vanishing cream. Mudah dicuci dengan air, kurang oklusif.
    • Basis Larut Air: PEG (Polyethylene Glycol) ointment. Tidak mengandung zat berlemak, mudah dicuci dengan air, tidak oklusif.

B. Krim (Cream)

Krim adalah sediaan semisolid, berupa emulsi kental yang mengandung tidak kurang dari 60% air, dimaksudkan untuk penggunaan topikal. Krim dapat berupa emulsi minyak dalam air (M/A) atau air dalam minyak (A/M).

  • Karakteristik: Lebih ringan dan mudah menyebar dibandingkan salep, tidak terlalu lengket. Memberikan efek pendinginan saat air menguap.
  • Jenis-jenis:
    • Krim Tipe M/A (Oil-in-Water): Fase air lebih dominan. Lebih mudah dicuci dengan air, sering disebut "vanishing cream" karena cenderung hilang setelah dioleskan.
    • Krim Tipe A/M (Water-in-Oil): Fase minyak lebih dominan. Lebih berminyak dan oklusif, tetapi lebih mudah dicuci dibandingkan salep hidrokarbon.

C. Gel

Gel adalah sistem semisolid yang terdiri dari suspensi partikel anorganik kecil atau molekul organik besar yang terdistribusi dalam pembawa cair, dan diperkuat oleh agen pembentuk gel sehingga menghasilkan struktur padat seperti jelly.

  • Karakteristik: Bening atau transparan, tidak lengket, cepat kering, memberikan sensasi dingin. Cocok untuk area berbulu atau kulit yang rentan terhadap iritasi oleh basis berminyak.
  • Jenis-jenis: Hidrogel (basis air), organogel (basis non-polar seperti minyak).

D. Pasta

Pasta adalah sediaan semisolid untuk penggunaan topikal yang mengandung persentase bahan padat yang tinggi (minimal 20% sampai 50%) yang terdispersi dalam basis berlemak atau berminyak.

  • Karakteristik: Konsistensi lebih kaku dan lebih pekat dari salep, kurang berlemak, dan sangat baik sebagai pelindung atau absorben. Membentuk lapisan pelindung yang kuat.
  • Perbedaan dengan Salep: Kandungan padat pada pasta jauh lebih tinggi, membuatnya lebih kaku, kurang penetrasi, dan memberikan perlindungan fisik yang lebih baik.

E. Supositoria dan Ovula

Meskipun secara teknis bisa dianggap solid pada suhu kamar, supositoria dan ovula diformulasikan untuk meleleh, melunak, atau melarut pada suhu tubuh, sehingga sering dibahas dalam konteks sediaan semisolid karena karakteristik basisnya yang menyerupai lemak.

  • Supositoria: Sediaan padat berbagai bentuk dan ukuran, untuk dimasukkan ke dalam rektum. Umumnya meleleh pada suhu tubuh atau larut dalam cairan rektum.
  • Ovula: Sediaan padat bentuk telur, untuk dimasukkan ke dalam vagina.
  • Basis: Oleaginosa (mentega kakao, lemak semi-sintetis) atau larut air (gliserin-gelatin, PEG).

III. PERBANDINGAN DAN PEMILIHAN SEDIAAN

Pemilihan bentuk sediaan, baik solid maupun semisolid, melibatkan banyak pertimbangan. Faktor-faktor utama meliputi:

  • Rute Pemberian: Oral (solid), topikal (semisolid), rektal/vaginal (supositoria/ovula).
  • Sifat Fisikokimia Obat: Stabilitas terhadap panas, kelembaban, pH; kelarutan; sifat kompresi (untuk solid).
  • Target Aksi: Sistemik (solid), lokal (semisolid).
  • Bioavailabilitas: Kecepatan dan extent absorbsi obat.
  • Preferensi Pasien: Kemudahan menelan, kenyamanan aplikasi.
  • Kondisi Medis: Pasien disfagia mungkin lebih memilih serbuk atau kapsul daripada tablet besar.

Formulator harus menyeimbangkan semua faktor ini untuk menciptakan produk yang efektif, aman, stabil, dan diterima oleh pasien.

IV. KESIMPULAN

Modul ini telah menguraikan dasar-dasar teknologi sediaan farmasi dalam bentuk solid dan semisolid. Pemahaman yang komprehensif tentang definisi, keunggulan, jenis-jenis, dan metode pembuatan masing-masing bentuk sediaan ini adalah fondasi penting bagi setiap profesional farmasi. Dengan menguasai materi ini, Anda akan lebih siap untuk berkontribusi dalam pengembangan, produksi, dan distribusi obat-obatan yang aman dan efektif bagi masyarakat. Teruslah belajar dan eksplorasi lebih lanjut di bidang yang menarik ini!

Uji Pemahaman

#1
Seorang apoteker akan memformulasikan tablet yang zat aktifnya memiliki sifat alir buruk dan kompresibilitas rendah. Metode pembuatan tablet yang paling tepat untuk mengatasi masalah ini adalah...
#2
Defek tablet 'Capping' ditandai dengan pemisahan sebagian atau seluruh bagian atas atau bawah tablet secara horizontal. Penyebab umum defek ini adalah...
#3
Vaselin album adalah salah satu basis salep yang paling umum digunakan. Karakteristik utama dari basis salep vaselin album adalah...
#4
Dalam formulasi tablet, fungsi eksipien Magnesium Stearat adalah...
#5
Uji kualitas yang PENTING untuk memastikan bahwa suatu tablet akan melepaskan zat aktifnya secara memadai di dalam saluran cerna adalah...