Selamat datang, calon tenaga kesehatan profesional! Soal-soal ini dirancang untuk menguji pemahaman mendalam Anda dalam Farmakologi Dasar dan Spesialite Obat, khususnya pada level HOTS (High Order Thinking Skill). Siapkan diri Anda untuk menganalisis skenario klinis, mengevaluasi pilihan terapi, dan mengidentifikasi nuansa penting yang seringkali menjadi penentu keberhasilan pengobatan. Fokuslah pada mekanisme kerja, farmakokinetik, farmakodinamik, interaksi obat, efek samping, serta pertimbangan khusus pada populasi tertentu. Setiap soal memerlukan pemikiran kritis dan bukan sekadar mengingat fakta. Semoga sukses!
Uji Pemahaman
#1
Seorang pasien diberikan obat Propranolol secara oral untuk mengatasi hipertensi. Namun, dokter menemukan bahwa bioavailabilitas obat tersebut rendah. Faktor farmakokinetik yang paling mungkin menyebabkan rendahnya bioavailabilitas Propranolol saat diberikan secara oral adalah?
#2
Seorang pasien yang mengonsumsi obat antiepilepsi Fenitoin secara rutin, kini juga diresepkan Rifampisin (induser enzim CYP450) untuk pengobatan TBC. Apa efek yang paling mungkin terjadi pada kadar Fenitoin dalam darah pasien?
#3
Seorang pasien usia lanjut dengan riwayat gagal ginjal kronis (CrCl 30 mL/menit) diresepkan Digoksin. Digoksin memiliki indeks terapi sempit dan sebagian besar dieliminasi melalui ginjal. Penyesuaian dosis yang paling tepat untuk Digoksin pada pasien ini adalah?
#4
Pasien dengan asma akut diberikan Salbutamol (Ventolin) inhalasi. Salbutamol bekerja dengan mengikat reseptor beta-2 adrenergik di bronkus, menyebabkan relaksasi otot polos dan bronkodilatasi. Berdasarkan mekanisme kerjanya, Salbutamol termasuk golongan?
#5
Seorang pasien mengeluhkan mulut kering, penglihatan kabur, dan konstipasi setelah memulai terapi dengan Amitriptilin (antidepresan trisiklik). Efek samping ini merupakan manifestasi dari aktivitas antikolinergik Amitriptilin. Jenis efek samping ini tergolong?