Kembali ke Katalog
SMP KELAS 8

Budidaya Ternak Kesayangan

BAB Budidaya Ternak Kesayangan

Selamat datang di materi pembelajaran Prakarya Kelas 8! Pada bab ini, kita akan menjelajahi dunia budidaya ternak kesayangan yang menarik. Ternak kesayangan bukan hanya sekadar hewan peliharaan, tetapi juga bisa menjadi sumber belajar yang berharga tentang tanggung jawab, kasih sayang, dan bahkan potensi ekonomi.

A. Pengertian dan Manfaat Ternak Kesayangan

Ternak kesayangan adalah hewan yang dipelihara manusia dengan tujuan utama untuk kesenangan, hobi, dan kadang-kadang juga untuk tujuan estetika atau pengembangbiakan. Berbeda dengan ternak potong atau ternak perah, ternak kesayangan lebih ditekankan pada interaksi dan ikatan emosional dengan pemiliknya.

Manfaat memelihara dan membudidayakan ternak kesayangan:

  • Hiburan dan Relaksasi: Kehadiran hewan dapat mengurangi stres dan memberikan kegembiraan.
  • Edukasi: Mengajarkan tanggung jawab, empati, dan siklus kehidupan.
  • Terapi: Beberapa hewan digunakan dalam terapi untuk membantu individu dengan kebutuhan khusus.
  • Potensi Ekonomi: Hasil anakan atau produk sampingan tertentu dapat diperjualbelikan.
  • Pelestarian Spesies: Beberapa budidaya membantu melestarikan spesies langka.

B. Jenis-jenis Ternak Kesayangan

Ada berbagai macam ternak kesayangan yang populer di masyarakat. Berikut beberapa contoh yang sering dibudidayakan:

  • Mamalia: Kelinci, Hamster, Marmut, Kucing (kadang), Anjing (kadang).
  • Unggas: Burung Lovebird, Parkit, Kenari, Finch.
  • Ikan Hias: Guppy, Molly, Platy, Cupang, Komet.
  • Reptil: Kura-kura, Kadal (dengan izin khusus dan pemahaman mendalam).

Pada materi ini, kita akan lebih fokus pada budidaya kelinci, hamster, burung, dan ikan hias sebagai contoh praktis.

C. Prinsip Dasar Budidaya Ternak Kesayangan

Budidaya ternak kesayangan memerlukan perhatian dan pemahaman terhadap beberapa aspek penting. Berikut adalah prinsip-prinsip dasarnya:

1. Pemilihan Bibit Unggul

Memilih bibit yang sehat dan berkualitas adalah kunci keberhasilan budidaya. Ciri-ciri bibit unggul:

  • Tubuh proporsional dan aktif.
  • Mata cerah dan tidak belekan.
  • Bulu/sisik bersih dan tidak ada kutu/penyakit.
  • Tidak ada cacat fisik.
  • Berasal dari induk yang sehat.

2. Pembuatan Kandang/Tempat Tinggal

Kandang atau akuarium harus memenuhi kebutuhan hewan agar merasa nyaman dan sehat.

  • Ukuran yang Cukup: Sesuai dengan ukuran dan jumlah hewan agar tidak sesak.
  • Ventilasi Baik: Sirkulasi udara penting untuk mencegah penyakit.
  • Kebersihan: Mudah dibersihkan dan hindari penumpukan kotoran.
  • Keamanan: Melindungi hewan dari predator dan cuaca ekstrem.
  • Material Aman: Tidak beracun dan tidak melukai hewan.

Contoh: Kandang kelinci harus memiliki alas yang nyaman dan cukup ruang untuk bergerak. Akuarium ikan harus dilengkapi filter dan aerator.

3. Pemberian Pakan dan Air

Nutrisi yang tepat sangat penting untuk pertumbuhan dan kesehatan hewan.

  • Jenis Pakan: Sesuaikan dengan jenis hewannya (pelet khusus, biji-bijian, sayuran, pakan hidup, dsb.).
  • Jumlah dan Frekuensi: Berikan pakan secukupnya, jangan berlebihan atau kekurangan. Biasanya 2-3 kali sehari, tergantung jenis hewan.
  • Air Bersih: Pastikan selalu tersedia air minum yang bersih dan segar. Untuk ikan, kualitas air akuarium sangat krusial.

4. Kesehatan dan Kebersihan

Menjaga kesehatan hewan adalah prioritas utama.

  • Sanitasi Kandang: Bersihkan kandang secara rutin untuk mencegah bakteri dan jamur.
  • Pengamatan Rutin: Perhatikan perubahan perilaku atau tanda-tanda penyakit (lesu, tidak mau makan, diare, bulu rontok).
  • Vaksinasi (jika diperlukan): Konsultasi dengan dokter hewan untuk jadwal vaksinasi tertentu.
  • Isolasi: Pisahkan hewan yang sakit untuk mencegah penularan.

5. Pengembangbiakan (Breeding)

Jika tujuan Anda adalah budidaya, pahami siklus reproduksi hewan.

  • Pilih indukan yang sehat dan tidak memiliki hubungan kekerabatan terlalu dekat (untuk menghindari cacat genetik).
  • Pahami masa kehamilan/inkubasi dan kebutuhan anakan.
  • Siapkan tempat khusus untuk melahirkan atau mengerami telur.

D. Etika dalam Budidaya Ternak Kesayangan

Sebagai pembudidaya yang bertanggung jawab, kita harus selalu menjunjung tinggi etika kesejahteraan hewan:

  • Memastikan hewan mendapatkan makanan, air, dan tempat tinggal yang layak.
  • Memberikan kasih sayang dan perhatian.
  • Tidak melakukan kekerasan atau penyiksaan.
  • Tidak membuang hewan yang sudah tidak diinginkan.
  • Menjaga lingkungan agar tidak tercemar oleh limbah budidaya.

E. Kegiatan Praktis dan Diskusi

Untuk memahami lebih dalam, mari kita lakukan beberapa kegiatan:

  1. Observasi: Kunjungi peternakan kelinci/burung/ikan hias kecil di sekitar Anda. Amati bagaimana mereka merawat hewan-hewan tersebut.
  2. Rencana Budidaya: Buatlah proposal sederhana tentang budidaya satu jenis ternak kesayangan yang Anda minati. Jelaskan:
    • Jenis hewan yang dipilih dan alasannya.
    • Rancangan kandang/akuarium.
    • Jenis pakan dan cara pemberiannya.
    • Perkiraan biaya awal.
    • Strategi menjaga kesehatan hewan.
  3. Diskusi Kelompok: Diskusikan tantangan dan solusi yang mungkin muncul dalam budidaya ternak kesayangan.

Semoga materi ini memberikan pemahaman yang komprehensif tentang budidaya ternak kesayangan dan menumbuhkan minat Anda untuk mempraktikkannya dengan bertanggung jawab!

Uji Pemahaman

#1
Tujuan utama memelihara ternak kesayangan bagi kebanyakan orang adalah...
#2
Di antara pilihan berikut, kelompok hewan mana yang paling umum dibudidayakan sebagai ternak kesayangan di lingkungan rumah tangga?
#3
Salah satu syarat penting dalam penyediaan kandang untuk ternak kesayangan adalah...
#4
Pemberian pakan pada ternak kesayangan harus memperhatikan beberapa hal penting, di antaranya adalah...
#5
Untuk menjaga kesehatan ternak kesayangan, tindakan preventif yang paling tepat adalah...

Latihan Soal Lainnya?

Akses bank soal prakarya Kelas 8 lengkap.

Cari Soal