Pendahuluan
Salam sejahtera para siswa kelas 12! Pada materi sebelumnya, kita telah mempelajari dasar-dasar Carakan Madura. Sekarang, kita akan memperdalam pemahaman kita dengan membahas aksara rekan dan sandhangan mandaswara. Kedua elemen ini sangat penting untuk membaca dan menulis teks Madura yang lebih kompleks.
Konsep Utama: Aksara Rekan
Aksara rekan adalah aksara yang digunakan untuk menulis kata-kata serapan dari bahasa asing, terutama bahasa Arab. Aksara rekan memiliki bentuk yang mirip dengan aksara dasar Carakan Madura, tetapi dengan tambahan tanda titik di atas atau di bawahnya.
- ꧢ (Tha): Mirip dengan aksara Ta (ꦠ), tetapi dengan titik di atas. Digunakan untuk bunyi /θ/ atau /ts/ seperti pada kata "Thalib". Contoh: "ꧢalib" (Thalib).
- ꧣ (Dza): Mirip dengan aksara Da (ꦢ), tetapi dengan titik di atas. Digunakan untuk bunyi /ð/ atau /z/ seperti pada kata "Dzat". Contoh: "ꧣat" (Dzat).
- ꧤ (Sha): Mirip dengan aksara Sa (ꦱ), tetapi dengan titik di atas. Digunakan untuk bunyi /ʃ/ atau /s/ seperti pada kata "Shalat". Contoh: "ꧤalat" (Shalat).
- ꧥ (Gha): Mirip dengan aksara Ga (ꦒ), tetapi dengan titik di atas. Digunakan untuk bunyi /ɣ/ atau /g/ seperti pada kata "Ghaib". Contoh: "ꧥaeb" (Ghaib).
- ꧦ (Kha): Mirip dengan aksara Ka (ꦏ), tetapi dengan titik di atas. Digunakan untuk bunyi /x/ atau /kh/ seperti pada kata "Khusus". Contoh: "ꧦusus" (Khusus).
Konsep Utama: Sandhangan Mandaswara
Sandhangan mandaswara adalah tanda baca yang digunakan untuk mengubah bunyi vokal pada aksara Carakan Madura. Sandhangan ini diletakkan di atas, di bawah, atau di samping aksara. Sandhangan mandaswara menciptakan diftong. Ada 3 jenis sandhangan mandaswara:
- ꦿ (Cakra): Menambahkan bunyi "ra" setelah konsonan. Contoh: "ꦕꦿ" (cra).
- ꦽ (Keret): Menambahkan bunyi "re" setelah konsonan. Contoh: "ꦧꦽ" (bre).
- ꦾ (Pengkal): Menambahkan bunyi "ya" setelah konsonan. Contoh: "ꦏꦾ" (kya).
Analisis dan Penerapan
Memahami penggunaan aksara rekan dan sandhangan mandaswara sangat penting untuk membaca dan menulis teks-teks Madura modern dan klasik. Dengan menguasai kedua elemen ini, kita dapat menulis kata-kata serapan dari bahasa Arab dengan tepat dan menghasilkan bunyi diftong yang benar.
Contoh Penerapan:
- "ꧤolat ngibadah se utama." (Sholat adalah ibadah yang utama.)
- "ꦏꦾai ngajarin ngaji e langgar." (Kyai mengajari mengaji di langgar.)
- "ꦧꦽmpah motorra rosak." (Brem motornya rusak.)
Rangkuman
Pada materi ini, kita telah mempelajari aksara rekan dan sandhangan mandaswara. Aksara rekan digunakan untuk menulis kata-kata serapan, sedangkan sandhangan mandaswara digunakan untuk mengubah bunyi vokal. Dengan pemahaman yang baik tentang kedua elemen ini, kita dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Carakan Madura.