Kembali ke Katalog
SMP KELAS 8

Kruna (Kata) dalam Bahasa Bali

Pendahuluan: Ayo Mengenal Kruna! šŸ˜ŠšŸ“š

Halo, semeton siswa kelas 8! Apa kabar? Semoga selalu sehat dan semangat belajar, ya! Hari ini kita akan belajar hal yang sangat penting dalam Bahasa Bali, yaitu tentang Kruna. Kruna itu ibarat 'batu bata' paling kecil yang menyusun sebuah bangunan bahasa. Tanpa kruna, kita tidak bisa membuat kalimat, apalagi bercerita atau menulis. Jadi, penting sekali untuk tahu apa itu kruna dan jenis-jenisnya. Yuk, kita mulai petualangan kita!

Apa Itu Kruna? Dan Jenis-jenisnya?

Dalam Bahasa Bali, Kruna berarti Kata. Sederhananya, kruna adalah satuan bahasa yang memiliki makna dan bisa berdiri sendiri. Sama seperti dalam Bahasa Indonesia, kruna atau kata dalam Bahasa Bali juga punya banyak jenisnya, tergantung pada fungsi dan maknanya. Mari kita kenali beberapa jenis kruna yang sering kita temui:

  • Kruna Aran (Kata Benda): Kruna yang menunjukkan nama orang, tempat, hewan, atau benda. Ini adalah kruna yang paling dasar.
    • Contoh: siswa (murid), meja, buku, Made (nama orang), peken (pasar), kucing.
  • Kruna Kriya (Kata Kerja): Kruna yang menyatakan suatu perbuatan atau pekerjaan.
    • Contoh: maca (membaca), ngajeng (makan), mlancaran (jalan-jalan), negakin (duduk).
  • Kruna Sifat (Kata Sifat): Kruna yang menjelaskan sifat, keadaan, atau karakteristik sesuatu.
    • Contoh: jegeg (cantik), bagus (tampan), gede (besar), alit (kecil), becik (baik).
  • Kruna Wilangan (Kata Bilangan): Kruna yang menyatakan jumlah atau urutan.
    • Contoh: siki (satu), kalih (dua), tigang (tiga), petang (empat), papat (empat).
  • Kruna Sandang (Kata Sandang): Kruna yang mendampingi Kruna Aran untuk menunjukkan kedudukan atau tingkatan. Ada beberapa macam, seperti 'i' (untuk nama orang biasa), 'sang' (untuk tokoh utama/dihormati), 'para' (untuk banyak orang).
    • Contoh: I Made, Sang Arjuna, Para Siswa.
  • Kruna Keterangan (Kata Keterangan): Kruna yang memberikan keterangan waktu, tempat, cara, dan sebagainya.
    • Contoh: mangkin (sekarang), dini (di sini), ditu (di sana), enggal (cepat), becik (dengan baik).
  • Kruna Penuding (Kata Penunjuk): Kruna yang berfungsi menunjuk sesuatu.
    • Contoh: puniki (ini), punika (itu), nene (ini), ento (itu).

Contoh Penerapan Kruna dalam Kalimat

Agar lebih paham, mari kita lihat bagaimana kruna-kruna ini bekerja dalam sebuah kalimat:

Kalimat: ā€œI Made ngajeng nasi goreng puniki mangkin.ā€

  • I Made: Kruna Sandang + Kruna Aran (menunjukkan nama orang)
  • ngajeng: Kruna Kriya (kata kerja 'makan')
  • nasi goreng: Kruna Aran (kata benda 'nasi goreng')
  • puniki: Kruna Penuding (kata penunjuk 'ini')
  • mangkin: Kruna Keterangan (kata keterangan waktu 'sekarang')

Dari contoh di atas, kita bisa lihat bahwa setiap kruna memiliki peran dan fungsinya masing-masing dalam membangun sebuah kalimat yang utuh dan bermakna. Seru, kan? 😊

Rangkuman Penting!

Nah, sekarang kalian sudah tahu bahwa Kruna atau Kata adalah unsur dasar bahasa. Ada banyak jenis kruna seperti Kruna Aran (kata benda), Kruna Kriya (kata kerja), Kruna Sifat (kata sifat), Kruna Wilangan (kata bilangan), Kruna Sandang (kata sandang), Kruna Keterangan (kata keterangan), dan Kruna Penuding (kata penunjuk). Memahami kruna akan membantu kalian merangkai kalimat Bahasa Bali dengan benar dan lancar. Terus berlatih, ya! Selamat belajar! šŸ“š

Uji Pemahaman

#1
Perhatikan kalimat berikut: "I Wayan melali ring peken Badung." Manakah kata yang termasuk Kruna Kriya?
#2
Di antara pilihan kata berikut, manakah yang merupakan contoh dari Kruna Aran?
#3
Kalimat "Made ngelah piring sane gede pisan." memiliki Kruna Sifat. Apakah Kruna Sifat dalam kalimat tersebut?
#4
Manakah kelompok kata di bawah ini yang seluruhnya terdiri dari Kruna Wilangan?
#5
Perhatikan kalimat: "______ rerama ngaturang punia ring Pura." Kata sandang yang paling tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah...

Latihan Soal Lainnya?

Akses bank soal bahasa_bali Kelas 8 lengkap.

Cari Soal