Kembali ke Katalog
SMA KELAS 11

Sifat-Sifat Gereja Katolik

Pendahuluan

Sahabat SMA Kelas 11 yang terkasih, dalam iman Katolik, Gereja bukan hanya sekadar bangunan fisik tempat kita beribadah. Gereja adalah persekutuan umat beriman yang memiliki sifat-sifat khas yang membedakannya dari komunitas lain. Memahami sifat-sifat Gereja sangat penting agar kita dapat menghayati dan mewujudkan panggilan kita sebagai anggota Gereja yang aktif dan bertanggung jawab.

Konsep Utama: Sifat-Sifat Gereja

Gereja Katolik memiliki empat sifat utama yang dirumuskan dalam Syahadat Nicea-Konstantinopel: Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik. Mari kita telaah satu per satu:

  • Satu (Una): Gereja itu satu karena berasal dari Allah Tritunggal yang Esa. Kesatuan Gereja terwujud dalam kesatuan iman, sakramen, dan kepemimpinan yang berpusat pada Paus sebagai pengganti Santo Petrus. Meskipun terdapat berbagai macam ritus dan tradisi dalam Gereja Katolik, semuanya bersatu dalam iman yang sama.
  • Kudus (Sancta): Gereja itu kudus karena didirikan oleh Kristus yang Kudus dan dipenuhi dengan Roh Kudus. Kekudusan Gereja tidak berarti bahwa semua anggotanya sempurna, tetapi Gereja memiliki sarana-sarana kekudusan, yaitu Sabda Allah, sakramen-sakramen, dan teladan para santo dan santa.
  • Katolik (Catholica): Kata "katolik" berarti universal atau umum. Gereja itu katolik karena hadir di seluruh dunia dan terbuka bagi semua orang dari segala bangsa, suku, dan bahasa. Gereja Katolik mewartakan Injil kepada semua orang dan menyediakan sarana-sarana keselamatan bagi semua orang.
  • Apostolik (Apostolica): Gereja itu apostolik karena didirikan atas dasar para rasul dan meneruskan ajaran dan pelayanan mereka. Suksesi apostolik, yaitu transmisi otoritas dari para rasul kepada para uskup saat ini, menjamin kesetiaan Gereja terhadap ajaran Kristus.

Analisis dan Penerapan

Keempat sifat Gereja ini bukanlah sekadar dogma atau ajaran teoritis. Sifat-sifat ini menuntut kita sebagai anggota Gereja untuk:

  • Menjaga Kesatuan: Menghindari perpecahan dan konflik dalam Gereja. Mengupayakan dialog dan kerjasama dengan sesama anggota Gereja.
  • Mengusahakan Kekudusan: Berusaha untuk hidup sesuai dengan ajaran Kristus. Mengikuti sakramen-sakramen dengan tekun. Meneladani para santo dan santa.
  • Mewujudkan Universalitas: Terbuka terhadap semua orang tanpa memandang perbedaan. Mewartakan Injil kepada semua orang. Berpartisipasi dalam karya-karya misi Gereja.
  • Setia pada Ajaran Apostolik: Mempelajari dan memahami ajaran Gereja. Menghormati otoritas Magisterium Gereja. Melawan ajaran-ajaran sesat.

Rangkuman

Sifat-sifat Gereja (Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik) adalah identitas dan ciri khas Gereja Katolik. Memahami dan menghayati sifat-sifat ini penting agar kita dapat menjadi anggota Gereja yang sejati dan mewujudkan panggilan kita sebagai murid-murid Kristus. Mari kita senantiasa berusaha untuk menjaga kesatuan, mengusahakan kekudusan, mewujudkan universalitas, dan setia pada ajaran apostolik Gereja.

Uji Pemahaman

#1
Gereja Katolik disebut 'Satu' karena...
#2
Meskipun Gereja Katolik terdiri dari banyak orang berdosa, Gereja tetap disebut 'Kudus' karena...
#3
Makna 'Katolik' dalam konteks Gereja Katolik adalah...
#4
Gereja Katolik disebut 'Apostolik' karena...
#5
Bagaimana seorang siswa SMA dapat mewujudkan sifat 'Katolik' Gereja dalam kehidupan sehari-hari?

Latihan Soal Lainnya?

Akses bank soal Agama Katolik Kelas 11 lengkap.

Cari Soal