Kembali ke Katalog
SMP KELAS 9

Haji dan Umrah: Perjalanan Suci Penuh Makna

Pendahuluan: Apa itu Haji dan Umrah? 😊📚

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, anak-anakku kelas 9! Hari ini kita akan belajar tentang dua ibadah yang sangat istimewa dalam Islam, yaitu Haji dan Umrah. Keduanya adalah perjalanan suci ke Baitullah (Ka'bah) di Makkah. Meskipun sekilas terlihat mirip, ada perbedaan mendasar antara keduanya. Mari kita selami lebih dalam makna dan tata caranya!

Memahami Haji: Rukun Islam Kelima

Haji adalah rukun Islam yang kelima, wajib dilaksanakan bagi setiap Muslim yang mampu, setidaknya sekali seumur hidup. Pelaksanaannya memiliki waktu khusus, yaitu pada bulan Dzulhijjah.

  • Syarat Wajib Haji: Seorang Muslim wajib menunaikan haji jika memenuhi syarat berikut:
    1. Islam: Hanya bagi orang Muslim.
    2. Baligh: Sudah dewasa.
    3. Berakal: Tidak gila atau hilang ingatan.
    4. Merdeka: Bukan seorang budak.
    5. Mampu (Istita'ah): Memiliki kemampuan fisik, finansial, dan keamanan perjalanan. Kemampuan finansial berarti memiliki bekal yang cukup untuk dirinya dan keluarga yang ditinggalkan, serta biaya perjalanan. Kemampuan fisik berarti sehat dan sanggup menempuh perjalanan jauh dan melakukan rukun-rukun haji.
  • Rukun Haji (Pilar Utama yang Tidak Boleh Ditinggalkan): Jika salah satu rukun ini tidak dikerjakan, haji tidak sah dan wajib diulang.
    • Ihram: Niat memulai ibadah haji/umrah disertai memakai pakaian ihram.
    • Wukuf di Arafah: Berdiam diri di padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Ini adalah puncak ibadah haji.
    • Tawaf Ifadah: Mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali setelah wukuf.
    • Sa'i: Berjalan cepat atau berlari kecil antara bukit Safa dan Marwah sebanyak 7 kali.
    • Tahallul: Mencukur sebagian atau seluruh rambut kepala sebagai tanda berakhirnya ihram.
    • Tertib: Melaksanakan rukun-rukun sesuai urutan.
  • Wajib Haji (Jika Ditinggalkan, Haji Tetap Sah tapi Wajib Membayar Dam/Denda):
    • Ihram dari Miqat: Memulai ihram dari batas yang telah ditentukan.
    • Mabit di Muzdalifah: Bermalam di Muzdalifah setelah wukuf di Arafah.
    • Mabit di Mina: Bermalam di Mina pada hari-hari Tasyriq.
    • Melontar Jumrah: Melempar jumrah (Ula, Wustha, Aqabah) di Mina.
    • Tawaf Wada': Tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Makkah bagi jamaah dari luar Makkah.

Memahami Umrah: Haji Kecil yang Berpahala Besar

Umrah sering disebut "haji kecil" karena rangkaian ibadahnya mirip dengan haji, tetapi lebih sederhana dan bisa dilakukan kapan saja (kecuali pada hari Arafah dan hari Tasyriq). Hukumnya adalah Sunnah Muakkadah (sangat dianjurkan), bahkan sebagian ulama menganggapnya wajib.

  • Rukun Umrah: Jika salah satu rukun ini tidak dikerjakan, umrah tidak sah.
    • Ihram: Niat memulai ibadah umrah.
    • Tawaf: Mengelilingi Ka'bah 7 kali.
    • Sa'i: Berjalan cepat atau berlari kecil antara bukit Safa dan Marwah 7 kali.
    • Tahallul: Mencukur sebagian atau seluruh rambut kepala.
    • Tertib: Melaksanakan rukun-rukun sesuai urutan.
  • Wajib Umrah:
    • Ihram dari Miqat: Memulai ihram dari batas yang telah ditentukan.

Hikmah dan Manfaat Haji & Umrah

Melaksanakan haji dan umrah membawa banyak hikmah, di antaranya:

  • Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan: Mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  • Persatuan Umat Islam: Melihat jutaan Muslim dari berbagai negara berkumpul dalam satu tujuan.
  • Menghapus Dosa: Seperti sabda Rasulullah SAW, "Umrah ke umrah adalah penghapus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga."
  • Melatih Kesabaran dan Disiplin: Menjalani berbagai rangkaian ibadah yang membutuhkan fisik dan mental yang kuat.
  • Mengenang Sejarah Islam: Mengikuti jejak para Nabi dan Rasul di tempat-tempat bersejarah.

Rangkuman: Mengingat Kembali yang Penting

Ingat ya, anak-anak! Haji adalah rukun Islam kelima yang wajib bagi yang mampu, dilaksanakan di bulan Dzulhijjah. Umrah adalah ibadah serupa yang lebih sederhana dan bisa dilakukan kapan saja. Keduanya memiliki rukun (pilar utama) dan wajib (yang bisa diganti dam jika ditinggalkan). Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah suci ini. Amin! 😊

Uji Pemahaman

#1
Bapak Hadi ingin menunaikan ibadah haji. Setelah tiba di Makkah, ia langsung melaksanakan tawaf mengelilingi Ka'bah. Namun, ia tidak sempat melaksanakan wukuf di Arafah karena sakit parah dan harus dirawat di rumah sakit hingga tanggal 9 Dzulhijjah berakhir. Berdasarkan kondisi ini, bagaimana status ibadah haji Bapak Hadi?
#2
Ibu Fatimah memiliki tabungan yang cukup untuk biaya haji dirinya dan suaminya. Namun, ia juga memiliki adik yang sangat membutuhkan biaya operasi mendesak yang cukup besar. Jika uang tersebut digunakan untuk operasi adiknya, maka Ibu Fatimah tidak akan memiliki cukup uang untuk berhaji di tahun ini, bahkan mungkin beberapa tahun ke depan. Menurut konsep 'Istita'ah' (kemampuan) dalam syariat Islam, tindakan mana yang sebaiknya diambil oleh Ibu Fatimah?
#3
Seorang jamaah umrah bernama Budi lupa melaksanakan sa'i setelah tawaf. Ia langsung melakukan tahallul dan pulang ke hotel. Setelah beberapa jam, ia baru teringat bahwa ia belum sa'i. Apa konsekuensi hukum atas umrah yang dilakukan Budi?
#4
Perhatikan pernyataan berikut: 1. Dilaksanakan pada waktu tertentu (bulan Dzulhijjah). 2. Wajib bagi yang mampu. 3. Memiliki rukun wukuf di Arafah. 4. Dapat dilaksanakan kapan saja (kecuali hari-hari tertentu). 5. Hukumnya sunnah muakkadah menurut sebagian besar ulama. Pernyataan yang merupakan ciri khas ibadah Haji adalah...
#5
Pada saat ibadah haji, jamaah diperintahkan untuk melakukan Wukuf di Arafah. Wukuf ini melibatkan berdiam diri dan merenung di padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Hikmah spiritual apa yang paling mendalam dapat diambil dari ritual wukuf ini?

Latihan Soal Lainnya?

Akses bank soal agama_islam Kelas 9 lengkap.

Cari Soal