Latihan Kimia Kelas 12

1.Sebanyak 1,8 gram glukosa, C6H12O6 dilarutkan ke dalam 100 gram air (Ar C =12, H = 1, O = 16). Tentukan molalitas larutan glukosa tersebut!
Jawab:
m = g/Mr x 1000/p
m = 1,8/180 x 1000/100
m = 0,1
Jadi, molalitas C6H12O6 = 0,1 m.

2. Tentukan banyaknya (gram) NaOH yang harus dilarutkan dalam 1 liter air (air = 1,00 g/mL) agar diperoleh NaOH 0,25 m.
Jawab:
1 L air = 1.000 mL = 1.000 g (karen ρ air = 1,00 g/mL)
mNaOH =g/Mr x 1000/p
0,25 = g/40 x 1000/1000
0,25 = g/40
g = 10 gram
Jadi, banyaknya NaOH yang diperlukan adalah 10 gram.

3. Tentukan berapa mL volume air yang diperlukan untuk melarutkan 4,9 gram H2SO4 yang konsentrasinya 0,25 M (Ar H = 1; S = 32; O =16)!
Jawab:
m = g/Mr x 1000/p
0,25 = 4,9/98 x 1000/p
p = 20 gram (20 mL)
Jadi, volume air = 20 mL.

4. Sebanyak 36 gram glukosa, C6H12O6 dilarutkan dalam 250 mL air. Bila Kb = 0,52 °C/m, tentukan titik didih larutan!
Jawab:
ΔTb = m · Kb
ΔTb = g/Mr . 1000/p . Kb
ΔTb = 36/180 . 1000/250 . 0,52
= 0,416 °C
Titik didih larutan glukosa = 100 + 0,416 = 100,416 °C

5. Sebanyak 2,4 gram urea, CO(NH2)2 dilarutkan dalam 50 mL air. Tentukan titik beku
larutan! Diketahui Kf air = 1,86 °C/m; Ar C = 12, N = 14, O =16
Jawab:
ΔTf = m · Kf
ΔTf = g/Mr . 1000/p . Kf
ΔTf = 2,4/60 . 1000/50 . 1,86
= 1,488 °C
Titik beku larutan urea = (0 – 1,488) = –1,488 °C.

6. Ke dalam 2 sel larutan AgNO3 dan larutan CuSO4 yang disusun secara seri dialirkan arus listrik dan ternyata diendapkan 5,4 gram logam Ag. Jika Ar Ag = 108 dan Ar Cu = 63,5, tentukan banyaknya logam Cu yang mengendap!
Jawab:

(Wcu.ncu/Ar Cu) = (WAg.nAg/Ar Ag)
Wcu = 5,4×1/108 x 63,5/2
= 1,588 gram
Jadi, banyaknya logam Cu yang mengendap sebesar 1,588 gram.

7. Diketahui: Fe2+ +  2e →   Fe   E° = –0,44 V
Al3+ + 3 e  → Al   E° = –1,66 V
a. Tentukan E°sel dari elektrode Al dan Fe!
b. Tentukan katode dan anode!
c. Bagaimana reaksi sel?
d. Tentukan elektrode yang bertambah dan elektrode yang berkurang!
e. Tentukan larutan ion yang makin pekat dan larutan ion yang makin encer!

Jawab:

E° lebih positif/lebih besar (E°(+)) = E°Fe

E° lebih negatif/lebih kecil (E°(–)) = E°Al

a. Esel = E° (+) – E° ()

= E°FeE°Al

= (–0,44) – (–1,66)

= + 1,22 V

b. Katode = E° (+) = besi

Anode = E° () = aluminium

c. Reaksi sel

Reaksi reduksi untuk E°(+), yaitu untuk Fe dan reaksi oksidasi untuk E°(), yaitu

untuk Al.

Fe2+ + 2 e → Fe         | × 3

Al               → A13+ + 3 e    | × 2

————————————

3 Fe2+ + 2 Al → 3 Fe + 2 Al3+

d. Elektrode yang bertambah pada hasil reaksi, yaitu Fe.

Elektrode yang berkurang pada pereaksi, yaitu Al.

e. Larutan ion yang makin pekat pada hasil reaksi, yaitu ion A13+.

Larutan ion yang makin encer pada pereaksi, yaitu ion Fe2+.

8. Mengapa lemak yang mengandung asam lemak rantai panjang tidak larut dalam air, sedangkan yang mengandung asam lemak rantai pendek larut dalam air?
Jawab:
Air adalah suatu pelarut yang bersifat polar, sedangkan semakin panjang rantai karbon asam lemak pada lemak, maka sifat kepolaran lemak tersebut semakin berkurang. Oleh karena itu, lemak yang mengandung asam lemak rantai panjang tidak larut dalam air karena bersifat kurang polar (mendekati nonpolar), sedangkan lemak yang mengandung asam lemak rantai pendek bersifat polar, sehingga larut dalam air yang bersifat polar juga.

9. Senyawa mana yang diharapkan mengalami nitrasi aromatik dengan lebih mudah, C6H5CH3 atau C6H5CCl3?
Jawab:
Gugus CH3 bersifat melepas elektron dan karena itu mengaktifkan cincin, gugus CCl3 bersifat menarik elektron karena pengaruh atom-atom klor yang elektronegatif. C6H5CH3 mempunyai cincin yang teraktifkan. C6H5CCl3 mempunyai cincin yang terdeaktivitas dan mengalami substitusi dengan lebih lambat.

10. Tuliskan rumus molekul dari gliseril trilinoleat!
Jawab:

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *