Latihan Saintek2 (Kimia)

1. Gas etana C2H6 (Mr = 30) sebanyak 60 gram direaksikan dengan gas bromin (Br2) hingga gas etana habis dan ternyata hanya menghasilkan 282 gram C2H4Br2 (Mr = 188) dan x gram C2H2Br4 (Mr = 346). Massa C2H2Br4 yang dihasilkan adalah…

A. 34,6 gram
B. 79,2 gram
C. 173 gram
D. 188 gram
E. 346 gram

Pembahasan :
Rx 1 : C2H6 + Br2 → C2H4Br2 + H2
Rx 1 : C2H6 + 2 Br2 → C2H2Br4 + 2H2 mol

C2H4Br2 = 282/188 = 1,5 mol → mol C2H6 = 1,5 mol
mol C2H2Br4 = x/346 mol → mol C2H6 = x/346 mol
mol C2H6 total = 60/30 = 2 mol

2 = 1,5 + (x/346)
0,5 = x/346
x = 173 gram
maka massa C2H2Br4 yang dihasilkan adalah 173 gram

 

2. Gas metana (CH4, Mr 16) sebanyak 64 gram dapat bereaksi dengan gas Cl2 berlebih, menghasilkan 50,5 gram CH3Cl (Mr 50,5), 170 gram CH2Cl2 (Mr 85) dan X gram gas CHCl3 (Mr 120). Setelah dihitung dengan cermat dan teliti, maka massa gas CHCl3 adalah ….

A. 6 gram
B. 12 gram

C. 30 gram
D. 60 gram
E. 120 gram

 

Pembahasan

(1) CH4 + Cl2 → CH3Cl + H2, jumlah mol CH3Cl adalah 50,5/50,5 = 1 mol, maka mol CH4 adalah 1

(2) CH4 + Cl2 → CH2Cl2 + H2, jumlah mol CH2Cl2 adalah 170/85 = 2 mol, maka mol CH4 adalah 2

(3) CH4 + Cl2 → CHCl3 + H2

Jumlah mol CH4 adalah 64/16 = 4 mol, untuk reaksi (1) dan (2) sudah dihabiskan 3 mol, maka sisanya adalah 1 mol. Maka pada reaksi (3) mol CH4 adalah 1 mol, sehingga mol CHCl3 adalah 1 mol. Maka berat CHCl3 adalah 1 mol x 120 = 120 gram.

 

3. Data eksperimen untuk reaksi : 2A(g) + B(g) → 2AB(g)

Terdapat dalam tabel berikut :

No [A] [B] Laju Reaksi
1 0,1 0,1 6
2 0,1 0,2 12
3 0,1 0,3 18
4 0,2 0,1 24
5 0,3 0,1 54

Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa persamaan laju reaksinya adalah ….
A. v = k[A]2
B. v = k[B]
C. v = k[A][B]
D. v = k[A][B]2
E. v = k[A]2[B]

Pembahasan

Untuk reaksi aA + bB → cC + dD, persamaan laju reaksinya dapat dinyatakan sebagai berikut:

v = k[A]m[B]n

Dengan :
v = laju reaksi
k = ketetapan laju reaksi
m = orde raksi terhadap A
n = order reaksi terhadap B
m + n = orde reaksi

Berdasarkan rumus di atas, maka persamaan laju reaksi untuk reaksi 2A(g) + B(g) → 2AB(g) dapat ditulis sebagai :
⇒ v = k[A]m[B]n

karena m dan n belum diketahui, maka kita harus mencari nilai kedua orde tersebut

Orde Reaksi Terhadap A

Untuk mencari orde reaksi A, lihat percobaan yang konsentrasi [B]-nya sama. Kita bisa gunakan percobaan nomor 1 dan 4.

⇒ V4/V1 =  k[A4]m[B]n  / k[A1]m[B]n

⇒ V4/V1 =  [A4]m / [A1]m

⇒ 24/6 = [0,2]m / [0,1]m

m= 2

Orde Reaksi Terhadap B

Untuk mencari orde reaksi B, lihat percobaan yang konsentrasi [A]-nya sama. Kita bisa gunakan percobaan nomor 1 dan 2.

⇒ V2/V1 =  k[A]m[B2]n  / k[A]m[B1]n

⇒ V2/V1 =  [B2]n / [B1]n

⇒ 12/6 = [0,2]n / [0,1]n

n = 1

Jadi, persamaan laju reaksinya adalah : v = k[A]2[B]

 

4.  Diketahui perubahan entalpi pembakaran zat sebagai berikut.
ΔHco C6H6(l) = -3267 kJ mol-1
ΔHco H2(g) = -286 kJ mol-1
ΔHco C(s) = -394 kJ mol-1

Berdasarkan data tersebut, ΔHco pembentukan benzene cair (dalam kJ mol-1) adalah…
A. -135
B. -90
C. -45
D. +45
E. +90

Pembahasan

C + O2 →  CO2                                        ΔHco  = -394 | x6

H2 + 1/2 O2 →  H2O                               ΔHco = -286  | x3

C6H6 + 15/2 O2  →6CO2   + 3H2O         ΔHco  = -3267

————————————————————————————–

6C + 3H2→  C6H6                                               ΔHco  =…..?

 

Reaksi 1 dikali 6 dan reaksi 2 dikali 3 sehingga

6C +6 O2 →  6CO2                                     ΔHco  = -2364

3H2 + 3/2 O2 →  3H2O                             ΔHco =  -858

6CO2   + 3H2O  →C6H6 + 15/2 O2            ΔHco  =+3267

————————————————————————————–

6C + 3H2→  C6H6                                               ΔHco  =+45

 

5. Gula 0,1 mol, natrium klorida 0,1 mol, dan natrium sulfat 0,1 mol masing-masing dilarutkan dalam 1 liter air (ρ air 1 g/mL). Jika penurunan titik beku larutan gula adalah t oC, maka penurunan titik beku larutan natrium klorida dan natrium sulfat adalah ….

A. t oC untuk kedua larutan
B. t oC dan 2t oC
C. 2t oC untuk kedua larutan
D. 2t oC dan 3t oC
E. 3t oC untuk kedua larutan

Pembahasan

ΔTf = Kf x m x i

Ketiga senyawa memiliki molalitas yang sama, maka yang berbeda adalah i –nya saja.

i gula = 1, maka ΔTf = t oC (gula adalah nonpolar)

i NaCl = 2, maka ΔTf = 2t oC (memiliki 2 ion)

i Na2SO4 = 3, maka ΔTf = 3t oC (memiliki 3 ion)

6. Gula 0,1 mol dan 0,1 mol garam LX dengan derajat ionisasi 0,5 masing masing dilarutkan dalam 1 liter air (ρ = 1 g/mL). Jika penurunan titik beku larutan gula t oC, maka penurunan titik beku larutan garam LX adalah…
A. 0,25 t oC
B. 0,5 t oC
C. 0,75 t oC
D. t oC
E. 1,5 t oC

Pembahasan 
Gula ΔTf = m.Kf
t = (0,1/1). Kf
Kf = t/0,1

Garam
ΔTf = m.Kf.i
= (0,1/1)(t/0,1)[1+(2-1)0,5]
= 1,5 t oC

7. Senyawa 2-bromopropana dipanaskan dengan NaOH pekat akan menghasilkan senyawa golongan ….

A. alkena
B. alkanal
C. aldehid
D. alkanoat
E. alkana

8. Diketahui data Eo sel kimia sebagai berikut

Zn|Zn2+ || Cu2+|Cu Eo sel = 1,10 Volt

Pb|Pb2+ || Cu2+|Cu Eo sel = 0,47 Volt

Berdasarkan data tersebut, maka pernyataan berikut yang benar adalah

A. Di antara Zn, Cu, dan Pb, maka Cu adalah reduktor kuat
B. Urutan potensial reduksi standar: Eo Cu2+|Cu > Eo Pb2+|Pb > Eo Zn2+|Zn
C. Di antara ketiga logam tersebut, Zn adalah logam yang paling sulit dioksidasi
D. Jika sistem setengah sel antara Pb dengan Zn dihubungkan, maka terjadi sel elektrokimia Pb|Pb2+ || Zn2+|Zn Eo sel = 0,63 Volt
E. Sistem setengah sel Cu adalah anoda

Pembahasan

deret Volta berikut:

Li K Ba Ca Na Mg Al Mn Zn Cr Fe Cd Co Ni Sn Pb Cu Hg Ag Pt Au

Eo sel adalah selisih Eo reduksi – Eo oksidasi. Maka benar Eo sel untuk Pb dan Cu lebih kecil karena jaraknya berdekatan.

9. Potensial reduksi standar Eo
Hg2+(aq) + 2 e → Hg(l) Eo = 0,86 V
Co3+(aq) + e → Co2+(aq) Eo = 1,82 V

Harga Eo reaksi
Hg(l) + Co3+(aq) → Hg2+(aq) + Co2+(aq) adalah…
A. 0,96 V
B. 1,77 V
C. 2,68 V
D. 2,78 V
E. 3,6 V
Pembahasan
Eo reaksi = Eo red – Eo oks
= 1,82 – 0,86 = 0,96 V

10.  X dan Y adalah senyawa karbon. X bereaksi dengan natrium membentuk gas hydrogen. X dan Y dapat bereaksi membentuk ester. X dapat juga menjadi Y jika direaksikan dengan K2Cr2O7 dalam media asam. Senyawa X adalah …
A. CH3CH2COOH
B. CH3CH2OCH3
C. CH3CH2CH2OH
D. CH3CH2CH2O
E. CH3CH2COCH3

11. Logam kalium dapat diperoleh di anoda dengan cara elektrolisis leburan KCl.

SEBAB

Pada elektrolisis leburan KCl, ion K+ akan tereduksi menjadi logam kalium

Jawaban : D (pernyataan salah dan alasan benar)

Pembahasan
Pada elektrolisis Katoda sebagai elektroda negatif dan Anoda sebagai elektroda positif

Pernyataan : Salah, pada elektrolisis leburan KCl, logam kalium diperoleh di Katoda

Alasan : Benar, logam kalium diperoleh di katoda dari reduksi ion K+.
Katoda(-) = K+ + e → K

12. Pada suhu kamar CH4 berwujud gas, sedangkan CCl4 berwujud cair. Gejala ini disebabkan oleh
(1) Struktur molekul CCl4 segi empat datar, sedangkan CH4 tetrahedral.
(2) Pada CH4 ada ikatan hidrogen, sedangkan pada CCl4 tidak ada.
(3) Molekul CCl4 bersifat polar, sedangkan molekul CH4 non polar.
(4) Gaya Van der Walls antarmolekul CCl4 lebih tinggi daripada CH4

Jawaban : D (hanya (4) saja yang benar)

13.  Pernyataan yang benar tentang HF, HCl, dan HBr adalah
(1) HF merupakan asam terkuat karena keelektronegatifan F paling tinggi.
(2) Titik didih HF tertinggi karena antar molekulnya terjadi ikatan hidrogen.
(3) HBr merupakan asam terlemah karena ikatan H-Br paling lemah.
(4) NaF garam paling basa karena Kb F- paling besar.

Jawaban : C ( (2) dan (4) benar)

SAINTEK
SOSHUM

Latihan TPA Lainnya
TPA Numerik
Numerik

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *